BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pendidikan Lemah, Picu Meningkatnya Kekerasan pada Perempuan dan Anak

joko-dumadi
joko-dumadi

kicknews.today Mataram– Kasus tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTB masih cukup tinggi. Data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) disepanjang tahun 2016 bulan Juli tercatat mencapai 800 kasus. Sementara, khusus tiga bulan terakhir ini saja, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan diangka 381 kasus.

“Kami yakin, bisa bertambah jumlah ini masih mengingat data tersebut belum Kabupaten Sumbawa Besar dan Kabupaten Sumbawa. Ini terjadi karena pendidikan atau edukasi masyarakat sangat minim,” ungkap Koordinator Divisi Advokasi LPA NTB, Joko Dumadi, Kamis (20/10).

Dikatakannya, dari data tersebut kebanyakan kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa dibanding yang menimpa anak-anak. Khusus kewilayahan, Kabupaten Dompu tercatat sebagai kabupaten tertinggi dalam tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dengan jumlah laporan mencapai 100 kasus. Data kekerasan terhadap anak dan perempuan lanjutnya, terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Tahun lalu, tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTB tercatat sekitar 1.200 kasus.

Joko menilai dan menegaskan, masih tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan itu didasari masih lemahnya edukasi di masyarakat. Salah satu contoh, dari data kepolisian 2015, yang diterima LPA NTB, 30-40 persen kasus kekerasan anak dan perempuan tertinggi terjadi di Kabupaten Dompu dari total 10 kabupaten/kota di NTB.

“Kebanyakan ini kekerasan asusila, seperti pelecehan seksual terutama kepada anak-anak di bawah umur,” ujarnya. Selain edukasi, kurangnya peran dan perhatian pemerintah daerah terhadap masalah tersebut, juga sering memicu terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang sudah sampai di pengadilan, jarang para hakim memutuskan pidana bagi para pelaku selama lima tahun, melainkan tujuh tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun penjara.

“Padahal sudah cukup berat ancaman pidananya. Tetapi, rupanya itu tidak cukup, maka perlu ada sosialisasi dan edukasi secara massif agar kasus kekerasan yang menimpa anak-anak tidak lagi terjadi di NTB,” jelasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dibalik Glamornya Wisata NTB, Predator Anak Mengintai

  kicknews.today – Berkembangnya pariwisata di NTB,  dimanfaatkan oleh orang-orang yang dengan sengaja mengambil kesempatan ...