Mantan Kades yang Jadi Cukong Ditangkap, 8 Truk Kayu Disita

barang-bukti-kayu-yang-disita
barang-bukti-kayu-yang-disita

kicknews.today Mataram – Maraknya Illegal logging, membuat kepolisian semakin sigap untuk mencegah dan mempidanakan pelaku. Baru baru ini Polda NTB berhasil mengamakan 8 truk pengangkut kayu yang diduga hasil pembalakan liar. Dari ke delapan truk yang berhasil diamankan ini tujuh diantaranya ditangkap di wilayah Sumbawa dan satu truk di wilayah Narmada.

Menurut keterangan Kasubdit IV Dit Reskrimsus Polda NTB I Komang Sudana SH. SIK MH, delapan truk tersebut di tangkap antara tanggal 9 september sampai dengan 17 september 2016. Dari hasil pengembangan dua orang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik, Naseer alias Pu’ase dan M. Amin Hasbullah. Keduanya diketahui cukong kakap illegal logging di wilayah Dompu dan Bima, di lingkaran hutan gunung Tambora. Pu’ase diketahui mantan Kades Doropeti dua periode.

“Dua orang telah kami tetapkan menjadi tersangka, kini keduanya telah berada di rutan Polda NTB,” ungkap Komang Sudana, Senin (17/10).

Sudana juga menjelaskan, kayu yang diamankan ini berasal dari Sumbawa dan akan dikirim menuju Lombok. Kayu yang berhasil diamakan di dua lokasi tersebut diperkiarakan berjumlah 150 meter kubik yang terdiri dari kayu campuran.

Sementara itu, modus kedua tersangka diduga dengan merubah dokumen dan merubah setatus kayu yang berasal dari hutan, sehingga seolah olah kayu tersebut brasal dari kebun milik warga.

“Modus keduanya merubah dokumen perjalanan,”lanjut Sudana.

Hingga saat ini, Polisi terus mengembangkan kasus Ilegal Loging ini. Tak hanya itu, saat ini Polisi telah memeriksa delapan Supir truk sebagai saksi dan 25 orang yang di duga mengetahui asal usul kayu kayu tersebut. Selain itu Polisi juga telah memeriksa saksi ahli yang berasal dari Dinas kehutanan Provinsi NTB, Amban Sumantri.

“Saksi ahli juga kami hadirkan dari Dishut Provinsi NTB,”tutup Sudana.

Meskipun sudah mendapatkan dua tersangka atas kasus ini, Polda NTB masih terus mengembangkan kasus perusakan hutan tersebut. Kini kedua tersangka yang sudah berada di rutan Polda NTB dan kedua akan di kenakan dengan pasal 83 ayat 1 hurup D tentang kehutanan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah.(mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat