Investasi NTB Naik, Amerika Terbanyak Tanam Modal

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram, – Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi investasi di daerah itu pada semester pertama 2016 mencapai Rp4,8 triliun.

“Ada peningkatan nilai investasi kita di banding pada semester pertama tahun 2015,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) NTB Chairul Mahsul di Mataram, Senin (17/10).

Ia menjelaskan, nilai investasi itu bersumber dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan penyumbang terbesar diperoleh dari PMA, terutama pada sektor pariwisata, pertambangan, perkebunan dan pertanian.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri, kata Chairul Mahsul, di tahun 2016 menargetkan nilai investasi NTB bisa mencapai Rp10,4 triliun. Jumlah itu, jauh lebih besar dari target 2015 yang hanya Rp6 triliun.

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, pertumbuhan investasinya cukup merata di tahun 2015, namun dari sejumlah kabupaten, hanya Kabupaten Dompu yang mengalami peningkatan signifikan dengan nilai investasi yang berada di posisi delapan naik ke posisi empat penyumbang nilai investasi di NTB.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 realisasi investasi di NTB di periode Januari-September 2015 mencapai Rp9,85 triliun, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp722,63 miliar dan penanaman modal asing (PMA) Rp9,13 triliun.

Terdapat 22 negara menanamkan investasinya di NTB, terbanyak di miliki Amerika Serikat, disusul Australia, Singapura, Belanda, dan Begia.

Sementara itu, daerah tujuan investasi favorit adalah Kabupaten Sumbawa Barat untuk pertambangan dengan nilai Rp3,9 triliun serta Lombok Barat dan Lombok Utara untuk sektor pariwisata, masing-masing Rp2,63 triliun dan Rp1,41 triliun.

Adapun realisasi di daerah lain masih lebih rendah dari ketiga daerah, seperti Lombok Tengah Rp663 miliar, Lombok Timur Rp434 miliar, Dompu Rp462 miliar, Lombok Tengah Rp152 miliar.

Kunci keberhasilan NTB menggenjot perolehan investasi ¬†ditopang oleh penyediaan infrastruktur seperti jalan raya, listrik hingga bendungan. “Sehingga, akses di NTB, khususnya Lombok sudah dilayani oleh jalan raya dengan kualitas bagus dan terkoneksi antar daerah,” katanya.

Faktor lainnya adalah penyediaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang memberikan layanan perizinan lebih sederhana dan efisien.

Selain itu, BKPM-PT NTB juga berkoordinasi dengan kabupaten dan kota dalam menyamakan persepsi pengurusan perizinan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat