Ibu Kasat Lantas Loteng Pastikan Satuannya ‘Zero’ Pungli

Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Pratiwi Nofiani
Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Pratiwi Nofiani

kicknews.today Praya – Menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Bid Propam Polda NTB, Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Pratiwi Nofiani kini menegaskan satuan yang dipimpinnya itu bebas dari pungutan liar dan memastikan penerapan pelayanan publik sesuai tarif yang berlaku, baik itu pengurusan SIM, Samsat ataupun lainnya termasuk tilang.

“Kami pastikan bahwa kita sudah tidak ada pungutan di luar ketentuan yang berlaku” ujarnya.

Pratiwi menambahkan bahwa sebenarnya operasi tangkap tangan yang dilakukan Polri saat ini sangat baik sebagai upaya pembersihan pelayanan publik dari pungutan-pungutan liar diluar ketentuan, namun untuk anggotanya sendiri yang terjaring, dia menjelaskan kalau operasi itu dilakukan sebelum tanggal dikeluarkannya surat perintah untuk OTT.

“Jadi Polri sebenarnya rutin melakukan upaya pembersihan seperti ini meski tanpa penegasan dari Mabes Polri seperti saat ini.

“Tanggalnya terjaringnya kan jelas itu sebelum ada perintah OTT” pungkasnya.

Dalam setiap arahan kepada jajarannya, dilanjutkan Pratiwi, menekankan untuk tidak ada pungli di pelayanan publik, dan apabila terjadi pungli bisa langsung dilaporkan ke Propam Polres Loteng.

“Beberapa hal yang kita lakukan di Sat Lantas Loteng untuk meminimalkan pungli yaitu dengan menerapkan sistem FIFO (First In First Out) yang berstandar nasional untuk pengurusan SIM” imbuhnya.

Selain FIFO di pelayanan publik sdh ada IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) jadi apabila masyarakat merasa tidak puas dalam pelayanan bisa langsung kami tindak lanjuti.

Masih tentang upaya meminimalkan pungli, disamping itu dia juga menambahkan, ada aplikasi yang kini dapat memudahkan masyarakat melaporkan atau mendapat informasi tentang kepolisian di Polres Lombok Tengah yang berbasis android sehingga dapat diakses langsung dari telpon genggam.

“Kini kita juga punya aplikasi yang diberi nama SASAK atau Sistem Aplikasi Sambungan Aktif Kepolisian. disitu masyarakat bisa lihat langsung informasi mengenai nilai pelayanan kepolisian yang sesuai ketentuan” lanjutnya.

Lebih pada penekanan, dia berharap masyarakat juga aktif membantu upaya bersih-bersih pungli yang dilakukan Polri saat ini agar tidak berusaha memberi imbalan apapun pada petugas dengan tujuan mempercepat atau memudahkan proses sehingga anggota polri juga terpancing untuk menerimanya. (ddt)

Baca Juga:

Berantas Pungli, Hasilnya ; Tiga Oknum Polantas Ditangkap Propam Polda NTB

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat