BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Amnesti Pajak di NTB Sukses Tapi Banyak Persoalan

wakil-ketua-dprd-ntb-h-abdul-hadi
wakil-ketua-dprd-ntb-h-abdul-hadi

kicknews.today Yogyakarta – Pelaksanaan program amnesti atau pengampunan pajak, dinilai cukup sukses. Termasuk di NTB yang menjadi tugas kewenangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara.

Namun demikian, Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi meminta adanya evaluasi pelaksanaan program amnesti pajak tahap pertama. Karena Ia menilai, meski sukses mengumpulkan pendapatan yang cukup besar, namun masih banyak persoalan yang mengiringi kehadiran program tersebut.

“Ini harus kami sampaikan kepada DPR RI untuk evaluasi pelaksanaan, jangan hanya, oh perolehannya banyak tapi banyaknya diambil dari masyarakat yang tidak paham,” ujarnya saat kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/10).

Dari sisi sosialisasi, ketua DPW PKS NTB itu menilai, masih belum maksimal. Ia beranggapan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pada tim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ditengarai sebagai salah satu penyebabnya.

“Butuh sosialisasi dan penyadaran. SDM tim pajak kan terbatas untuk menjelaskan kepada semua para pejabat dan pengusaha,” katanya.

Ia menyatakan, amnesti pajak sudah menjadi sebuah kewajiban bagi para pengusaha, khususnya menengah ke atas. Kehadiran amnesti pajak, ia katakan, justru membantu para pengusaha, namun masih diperlukan sosialisasi lebih masif.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi mengajak, seluruh pejabat publik seperti Bupati dan Wali Kota di NTB ikut memanfaatkan program tersebut. Menurutnya, dengan mengikuti amnesti pajak merupakan bentuk sumbangsih nyata dalam mendukung perekonomian bangsa.

“Saya yakin kalau semua pihak bisa ikut ini maka akan membantu secara nyata program pemerintah,” terangnya.

Begitu halnya, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara Suparno mengatakan, hasil amnesti pajak wilayah Nusa Tenggara yang meliputi NTB dan NTT, mencapai Rp 220 miliar atau sudah melebihi target dengan persentase sebesar 110 persen.

“Sudah Rp 220 miliar sebelum ke Gubernur NTB, jadi capaiannya sudah 110 persen,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Penunggak Pajak Asal NTB “Disandera” di Nusakambangan

  Cilacap – Seorang penunggak pajak asal Nusa Tenggara Barat, berinisial R (53) “di-gijzeling” (disandera) ...