BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Wow,… Uangnya NTB Diperkirakan Akan Naik Jadi 5000 Milyar Rupiah

Ilustrasi APBD
Ilustrasi APBD

kicknews.today Yogyakarta – 2017 merupakan tahun yang cerah bagi Provinsi NTB. Alasanya karena diperkirakan akan ada jumlah APBD, dari tahun 2016 yang berada pada angka Rp 3,9 Triliun, menjadi Rp. lima Triliun rupiah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi kepada kicknews.today, saat sedang berada di Provinsi Jogjakarta (13/10). Keyakinanya akan adanya peningkatan itu merujuk pada adanya peningkatan jumlah asumsi pendapatan daerah yang cukup besar.

“Saya yakin, akan tembus diangka Rp 5 Triliun itu. Kenapa? Karena pada tahun 2017 PAD kita akan meningkat, penerimaan dari pajak, baik pajak rokok, retribusi, dan adanya pemindah alihan pengelolaan SMA/sederajat,” ungkapnya.

Selain sumber pendapatan itu, Mori menyebutkan beberapa sumber pendapatan lain yang akan mendongkrak peningkatan pendapatan daerah. Yakni pembayaran penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) NTB sebesar Rp 161 milyar. Dana hibah peralihan pengelolaan SMA/SMK dari Kabupaten/kota ke Provinsi, yang diperkirakan dananya sebesar Rp. 600 milyar dari Pemerintah Pusat. Termasuk adanya Dana Insentif Daerah (DID) untuk NTB, yang diprediksi juga akan meningkat setelah sempat dipotong pada tahun anggaran 2016.

Politisi Partai Gerindra itu juga optimis bahwa pembahasan APBD 2017 akan cukup lancar. Karena ia melihat tidak ada kendala yang cukup besar, yang mungkin akan membuat dinamika pembahasan menjadi alot.

“Insya Allah pembahasan APBD 2017 akan lancar, tidak ada kendala yang cukup krusial saya lihat. Beda halnya dengan pembahasan di APBD Perubahan 2016 kemarin, karena kita mengalami pemotongan DAU yang cukup besar sehingga membuat harus membongkar kembali perencanaan kita, dan juga pendapatan dari pajak masih kurang maksimal,” ujarnya.

Oleh karena itu ia memastikan penetapan APBD 2017 akan tepat waktu. Karena pihaknya juga sudah memperingatkan kepada eksektif (TAPD) untuk mengajukan KUAPPAS, untuk ditingkatkan menjadi RAPBD 2017.

“Insya allah, kalau tidak ada kendala, bulan November ini RAPBD 2017 akan dibahas,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Ahyar Abduh Legowo tak Didukung Golkar, Partainya Sendiri

Mataram – “Jika ingin berpolitik maka harus terima konsekuensi. Terlebih sebagai kader militan, namun tidak ...