Pelaku Wisata Kembali Gedor TNGR, Paksa Rinjani Segera Dibuka

ratusan-pelaku-pariwisata-senaru-saat-menggedor-tngr-foto-oleh-margan
ratusan-pelaku-pariwisata-senaru-saat-menggedor-tngr-foto-oleh-margan

kicknews.today Lombok Utara – Belum dibukanya jalur pendakian Senaru membuat ratusan porter dan guide jengah. Akibatnya mereka kembali menggedor TNGR Senaru dengan massa yang lebih besar, sekitar pukul 07.30 wita pada Rabu (12/10).

Mereka menuntut, agar jalur pendakian tersebut segera dibuka. Pasalnya jika dilihat dari kondisi saat ini dianggap tak berbahaya.

“Kami menuntut agar TNGR segera membuka jalur pendakian Gunung Rinjani dengan radius yang aman, jika tidak kita akan kembali menggelar aksi lebih besar,” ujar Korlap aksi demo, I Made Jaya.

Selain itu, pihaknya meminta agar TNGR meninjau kembali PP No 12 tahun 2014 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, pada Kementerian Kehutanan. Karena selama ini tiket masuk TNGR Rp 150.000 per orang per hari dianggap bertentangan.

“Tiket itu bertentangan dengan pasal 23 A UUD 1945 dan penerapannya di taman nasional gunung rinjani tidak sesuai dengan pasal 3 UU Nomor 20 thn l997 tentang penerimaan negara bukan pajak,” tegasnya.

Selain demo, ratusan pelaku pariwisata memblokir pintu masuk kantor RTC (RINJANI TREK CENTER) dengan menggunakan meja dan kursi, spanduk hingga bambu.

Sementara Kepala TNGR, Agus Budi Santoso mengatakan, pihaknya hanya menjalankan amanah dari BMKG. Kendati ia tidak menutup kemungkinan membuka jalur pendakian jika ada surat rekomendasi dari Pemda.

“Silahkan saja itu sebagai dasar kami, tidak harus Bupati tetapi Kapolres juga bisa. Tetapi perlu dipahami juga apakah ada yang berani menjamin jika aktivitas pendakian tidak sampai dipelawangan saja,” jawabnya.(iko).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat