BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Belum Tuntas, Proyek Miliaran Irigasi di Sekotong Ambruk. Jadi tanda tanya nih…!

Proyek Irigasi Rp 1,5 miliar yang ambruk
Proyek Irigasi Rp 1,5 miliar yang ambruk

kicknews.today Lombok Barat – Proyek irigasi embung di Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Ambruk Jumat (7/10) malam. Kerusakan pada bagian talang air penyangga pipa saluran tersebut. Ambruknya diduga diakibatkan hempasan air yang meluap dari embung tersebut. Warga menduga, pengerjaan proyek ini buruk sehingga mudah ambruk.

Rapik, warga setempat menuturkan talang air penahan pipa saluran tersebut ambruk saat hujan lebat. Akibat hujan, air embung meluap sehingga airpun turun sangat deras dari saluran embung. Saat itu, ketinggian air mencapai 1 meter hingga melebihi beronjong yang dibangun di sekitar lokasi.

“Masak begini kualitas bangunan, belum dipakai saja sudah rusak,” keluhnya.

Menurut Rapik, jauh sebelumnya proyek ini memang mengundang kritikan masyarakat sekitar karena cara pengerjaannya tidak sesuai. Bahkan kualitas proyek ini sangat buruk. Proyek ini sendiri mulai dibangun tahun 2015 lalu. Saat itu masyarakat sempat menolak proyek ini lantaran salurannya dikeruk, sehingga  masyarakat di hilir tak dialiri air.

Namun proyek ini dipaksakan dikerjakan hingga tak tuntas. Akhirnya, proyek ini dilanjutkan tahun ini dengan dana Rp 1,5 miliar. Panjang saluran yang dibangun 1,5 kilometer. Cara pengerjaan salurannya pun berubah dari semula. Bangunannya dinaikkan sedikit, dirubah dari bangunan sebelumnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan proyek ini rusak sebelum dipakai masyarakat, bahkan proyek ini belum tuntas pengerjaannya. Ia berharap agar pemda dalam hal ini dinas terkait turun memeriksa ke lokasi. Sementara itu, Plt Kades Sekotong Tengah, H. Abdul Hamid mengaku telah mengecek kondisi proyek yang ambruk tersebut. Pihaknya sudah memberitahukan pihak dinas terkait proyek yang ambruk tersebut.

“Sesaat setelah ambruk kami ke lokasi dan kami sudah lapor ke dinas,”jelasnya.

Dikatakan, proyek ini awalnya memang bermasalah karena dibangun terlalu rendah. Sehingga proyek ini pun terhenti. Tahun ini, dari dinas PU mengerjakan proyek ini dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar. Panjang irigasi ini pun dittambah, awalnya hanya beberapa ratus meter saaja. Atas kejadian ini, pihaknya sangat menyayangkannya. Sebab saluran rusak sebelum masyarakat mendapat manfaat.

Terpisah, Plt Kadis PU, Made Artadana mengatakan setelah menerima laporan terkait proyek irigasi itu, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi. Sejauh ini, tim belum melaporkan hasil turun ke lokasi. Terkait perbaikan saluran ini jelasnya tentunya menjadi tanggung jawab kontraktor sebab proyek ini belum tuntas dan masih masa pengerjaan.

“Nanti kami akan perbaiki, ini masih tanggungan kontraktor,” tandasnya. (aan)

Related Post

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Polda NTB Sita 14,78 Gram Sabu di Kawasan Wisata Sekotong

  Mataram – Peredaran narkoba terbongkar hingga ke wilayah Sekotong, daerah destinasi wisata kesohor di ...