Kemana Dewan Lobar? Fauzan Bakal Jomblo Hingga Akhir Jabatan Nih…

Foto : Ruangan Rapat DPRD Lobar yang nampak Kosong

kicknews.today Lombok Barat – Paripurna pengesahan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Lobar sampai saat ini masih belum digelar. Dijadwalkan sejak 6 Oktober lalu. Jumlah minimum kehadiran Dewan atau syarat quorum gagal terpenuhi. Dari 45 total anggota akan sah jika sidang dihadiri minimal 33 orang. Situasi ini diprediksi memungkinkan Bupati Fauzan Khalid akan jomblo hingga akhir Jabatannya.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lobar Bhakti Jaya mengaku sangat kecewa dengan tindakan wakil rakyat yang tak hadir dalam paripurna itu. Terlebih, paripurna soal pengesahan Tatib Pilwabup Lobar merupakan kegiatan yang sangat penting. 
“Ini untuk kepentingan Lobar. Saya sangat kecewa,” ujarnya dengan nada tinggi.
Tak hanya itu, Bhakti juga menuding bahwa kegagalan pelaksanaan paripurna tersebut lebih disebabkan karena ketidakhadiran tiga fraksi yang mendominasi di DPRD Lobar. Yakni PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sebagai partai pengusung dan PPP yang memiliki kursi yang cukup.
“Kami akan meminta Fraksi-Fraksi itu untuk bicara. Memang ini hak politik mereka, tapi perlu alasan yang jelas juga,” katanya.
Hal senada disampaikan Munawir Haris selaku Sekretaris Pansus Tatib Pilwabup Lobar. Ketidak hadiran yang didominasi tiga Fraksi tersebut sangat bertolak belakang dengan kehadirannya pada saat pleno Pansus Tatib Pilwabup di Hotel Jayakarta beberapa waktu lalu.
“Saat pleno mereka hadir semua, sehingga ditetapkan paripurna tersebut, karena ketika Kunjungan Kerja selalu quorum,” ujarnya mengkritik rekan-rekannya.
Munawir mengaku malu kepada masyarakat yang sudah mulai bertanya-tanya. Pasalnya, pengisian jabatan Wakil  Bupati sangat penting bagi masyarakat Lobar.
“Ini sangat urgent, masyarakat pasti akan mempertanyakan ini. Padahal kami di Pansus sudah berusaha sekuat tenaga agar proses ini cepat selesai,” imbuhnya.
Tetkait isu adanya permainan uang terkait hal ini, Politisi PAN itu membantahnya dengan tegas. 
“Demi Tuhan itu tidak ada,” tutupnya (aan)

style="display:block" data-ad-format="autorelaxed" data-ad-client="ca-pub-9851827640354204" data-ad-slot="6522693599">

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat