Genderang Pilgub 2018 Mulai Bergema, PKS NTB Jaring 5 Nama

Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi
Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi

kicknews.today Mataram – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Nusa Tenggara Barat menjaring lima nama tenar dari eksternal partai, masuk dalam nominasi bakal calon kepala daerah yang berpotensi diusung pada Pilkada Gubernur NTB tahun 2018. Salah satu diantara nama-nama itu, tercatat nama Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh.

Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi mengatakan, lima nama yang berhasil di jaring dari eksternal partai itu, merupakan nama-nama yang sudah tidak asing di telinga masyarakat NTB. Bahkan merupakan orang-orang yang sudah menunjukkan bukti kinerjanya untuk masyarakat.

Empat nama lain yang juga disebut Abdul Hadi adalah H Moh Suhaili FT Ketua DPD Golkar NTB yang juga menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah. Lalu Rudy Irham Srigede mantan Danrem 162 Wirabhakti, H Muhammad Amin Ketua Nasdem NTB yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB dan Ali Bin Dachlan (Ali BD) Bupati Lombok Timur.

“Penjaringan melalui proses cukup panjang sejak Juli 2016. Dari sekian nama itu memiliki nominasi paling besar,” ungkapnya, Senin (10/10).

Selain eksternal, PKS juga menjaring nama-nama yang berasal dari internal seperti Dr Zulkiflimansyah, TGH Muharor, Suryadi Jaya Purnama dan H Johan Rosihan.

“Melihat internal cukup syarat, termasuk saya sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Meski demikian, dikatakan Abdul Hadi meski PKS memiliki enam kursi di DPRD NTB. Pihaknya tidak bisa mengusung sendiri calon yang akan maju. Melainkan harus bersinergi dengan partai-partai politik lain untuk diajak berkoalisi bersama.

Menurutnya DPW PKS hanya diberikan dua pasang nama untuk diusulkan ketingkat pusat. Tetapi sebelum itu pihaknya juga akan melihat sisi moral, kemampuan serta keseriusan para calon dalam mengurus NTB. Karena hal ini merupakan persyaratan pokok.

“Kita ingin para calon inilah yang harus bisa membuat bagaimana daerah ini bisa lebih maju lagi kedepan, jangan makin mundur,” tegasnya.

Lebih lanjut Abdul Hadi mengatakan nama-nama dari eksternal dan internal ini bersifat fleksibel. Artinya mereka bisa menjadi nomor satu maupun nomor dua tergantung situasinya nantinya.

“Siapa bakal jadi nomer satu atau dua tergantung bagaimana dan seperti apa komunikasi,  Yang pasti, bersifat fleksibel,” cetusnya.

Penjaringan dini yang dilakukan PKS ini, ditujukan agar Partai dapat memantau dan menguji keseriusan para calon dalam memimpin NTB kedepan.

“Lebih baik penjaringan dini, sehingga mudah kita evaluasi,” katanya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat