BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tiongkok Pertimbangkan Buka Jalur Baru Pariwisata di NTB

Gubernur saat berikan cendra mata buat Konjen RRT
Gubernur saat berikan cendra mata buat Konjen RRT

kicknews.today Mataram – Untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Pemerintah Provinsi NTB. Konjen RRT Hu Yin Quan kembali menemui Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dalam Forum  Kerja Sama Investasi Daerah Provinsi NTB dan Seminar Promosi Investasi Wilayah Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) perwakilan di Denpasar, Kamis (6/10).

Konjen RRT, Hu Yin Quan menyampaikan, Pemerintah RRT dan Pemerintah Indonesia sedang memasuki hubungan masa emas, tidak hanya kalangan pemerintah tetapi juga rakyat. Hal ini ditunjukkan belum lama ini, Presiden Jokowi hadir pada acara Konferensi Tingkat Tinggi di Tiongkok untuk memperluas kerja sama strategis dan membangun poros maritim dunia. Termasuk saat ini,  Pemerintah Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk merintis jalur pariwisata baru ke NTB.

Dia mengaku, pertemuan tersebut dapat menjadi wadah untuk saling mengenal dan memahami, yang nantinya semakin meningkatkan peluang kerja sama antara pemerintah RRT dengan tiga Provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Ketiga daerah ini adalah lokasi yang strategis karena dapat menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

Sepanjang tahun 2016, kerja sama ekonomi meningkat dengan pesat, dapat dilihat sejak bulan Januari sampai bulan Juli. Dimana, Investasi dari RRT di Indonesia lebih dari $ 1 miliar, naik 534%.

Berdasarkan data statistik BKPM RI, Investasi langsung dari RRT pada tahun 2015 menduduki peringkat 10, sedangkan pada masa Januari-Juli tahun 2016 menduduki peringkat 4.

“Karena tiga daerah menjadi tujuan yakni, Bali, NTB dan NTT. Sehingga, perlu dipertimbangkan,” ungkapnya.

Sementara, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengatakan, Provinsi NTB memiliki 3 kawasan yang sedang dikembangkan, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, KEK Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora), dan Global Hub di Lombok Utara.

Sedangkan untuk pendekatan bidang, Provinsi NTB akan terus mengembangkan bidang pariwisata, agrikultur, pertambangan dan bidang jasa.

Forum itu juga dihadiri, Kepala BKPM RI Dr. Indra Darmawan, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Mori Hanafi, dan 40 wakil dari 20 perusahaan yang terdiri dari berbagai bidang dan termasuk perusahaan yang unggul tidak hanya di Tiongkok tetapi juga di seluruh dunia.

“Forum ini adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya dalam upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Pemerintah RRT dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi NTB.” katanya.

Disatu sisi, Ketua Kadin Pengusaha RRT di Indonesia Zhang Min memaparkan bahwa, Kadin Pengusaha RRT di Indonesia adalah lembaga non profit yang menaungi perusahaan-perusahaan terbaik dari tiongkok dan termasuk nomor 500 di dunia perusahaan, baik BUMN maupun non BUMN.

“Menurut data statistik, jumlah perusahaan dari tiongkok yang investasi di Indonesia sebanyak 1000 perusahaan. Beberapa tahun ini kerja sama antara pemerintah Tiongkok dengan Pemerintah Indonesia berkembang dengan pesat. Saat ini Tiongkok menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia dan menjadi Negara yang menanamkan modal terbesar nomor 4 di Indonesia.” ujarnya.

Atase Perdagangan Kedutaan pengusaha RRT Wang Li Ping, justru menyampaikan ada satu fenomena bahwa megaproyek seringkali ada di Jakarta. Oleh karena itu, forum itu dibentuk untuk memperbaiki fenomena tersebut. Kali ini Kadin RRT membawa 20 perusahaan dari Tiongkok. Saya harap tahun depan Kadin dapat membawa lebih banyak pengusaha RRT untuk berinvestasi di Indonesia terutama di NTB.

Kepala BKPM RI Dr. Indra Darmawan, pun ikut menjelaskan potensi besar yang dimiliki oleh Provinsi NTB untuk meraih banyak investor dari Tiongkok. Dimana, Investor Tiongkok bisa menanamkan modalnya di pulau terdepan Indonesia sebesar $ 600 juta, maka di NTB yang memiliki infrastruktur baik, pemerintah lokal sangat mendukung, dan pemandangan yang indah, banyak hal yang bisa dicapai oleh Provinsi NTB dengan investasi dari Tiongkok.

Ditambah lagi hubungan yang sangat baik dilihat dari konglomerat Tiongkok pemilik Ali Baba yang diangkat menjadi penasihat oleh Presiden Joko Widodo untuk pengembangan e-Commerce.

“NTB memiliki potensi pemandangan indah, itu bisa dikembangkan oleh RRT,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Gubernur NTB Angkat Bicara Mengenai Pemutaran Film G 30S PKI

  Mataram – Maraknya wacana dan pemberitaan baru-baru ini tentang pemutaran ulang film G30S PKI ...