​Polisi Bongkar Peredaran Extasy di Gili Trawangan, Seorang Pelaku Perempuan 

Tiga tersangka, salah satunya wanita yang diamankan di Gili Trawangan

kicknews.today Mataram – Gili Trawangan yang jadi tempat wisata yang paling populer di NTB, bahkan di dunia, rentan menjadi tempat peredaran narkoba. Terbukti, tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB  berhasil membongkar aktivitas pasar gelap narkotika. Tiga orang yang diduga sebagai pengedar ditangkap Selasa (4/10) pukul 20.30 wita. Dari tiga orang itu, satu diantaranya wanita. Ketiganya tertangkap di dua lokasi yang berbeda.
Menurut keterangan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung, penangkapan  ketiga orang ini berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya perdaran dan transaksi narkoba di Gili Trawangan, Lombok Utara.

“Pengungkapan ini, kita lakukan di dua lokasi yang berbeda,” ungkap AA Gede Agung.

Penangkapan terhadap tersangka berinisial MS (30) laki laki, asal Lingkungan Gerung Butun, Kelurahan Baretais, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram di Hotel “Screet Garden” Gili Trawangan. Dari MS tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan SH (35) laki laki, asal Masbagek Selatan, Kabupaten Lombok Timur. Dia ditangkap di kos kosan M (24) wanita, asal Desa Gili Trawangan yang turut ditangkap juga.

“kami menangamakan MS terlebih dahulu, baru melakukan pengembangan kepada dua tersangka berikutnya,” lanjut Agung.

Dari masing masing tersangka, Polisi berhasil mengamakan barang bukti dengan jumlah yang berbeda beda. Dari tangan MS  Polisi berhasil mengamakan 30 butir pil warna biru yang diduga extasy dan diberi kode R (Roket) dan 4 buah klip palstik putih. Sedangkan dari tangan SH Polisi mengamankan 49 butir pil warna biru (extasy) yang disimpan di dalam kotak  permen double mint, serta  uang Rp 880.000 dan handpone iPhone. Sedangkan M terbukti membawa enam bungkus kristal warna putih yang diduga sabu dengan berat 4,8 gram, uang berjumlah Rp 8.240.000, empat buah plastik klip satu HP merek nokia.

Menurut pengakuan sementara ketiga tersangka, mereka mendapatkan barang dari seseorang yang berasal dari Jakarta dengan inisial A. “Mereka mendapatkan barang dari Jakarata, lalu di jual di sekitar Gili Trawangan, mereka hanya berkomunikasi lewat telpon saja untuk mendapatkan barang dari A, dan barang diantarkan oleh kurir,” jelas  Agung. Sementara dari hasil, tes urine ketiga tersangka, Polisi menyatakan Positif menggunakan narkoba. 

Saat ini, Polisi terus mengembangkan kasus yang menjerat ketiga tersangka pengedar Narkoba ini. Ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 114, 112, 127 tentang penyalah gunaan narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (mh) 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat