Siapa Yang Jamin Pendaki Tidak Malah Cari Sensasi

Kepala Tata Usaha TNGR, Mustafa Imran Lubis
Kepala Tata Usaha TNGR, Mustafa Imran Lubis

kicknews.today Mataram – Pihak TNGR tetap memutuskan harus menutup jalur pendakian Rinjani. Meski dituntut oleh banyak pihak agar segera membuka jalur tersebut.

“Memang disebutkan bahwa kawasan rawan bencana itu berjarak radius tiga kilometer. Tapi itu bukan hitungan matematis, dampak semburan bisa saja jatuh melebihi radius itu. Ini kan aktivitas alam yang tidak bisa kita prediksi dampaknya.” ungkap Kepala Tata Usaha TNGR, Mustafa Imran Lubis, Selasa (4/10).

Pihak TNGR tetap tidak berani mengambil resiko membuka jalur pendakian tersebut. Meski saat ini kondisi Gunung Rinjani tampak aman. Namun tidak bisa dijamin bahwa erupsi tidak akan terjadi lagi.

Alasan lain yang disebutkan juga bahwa para pendaki, khususnya wisatawan luar negeri dipastikan tidak akan mau mendaki hanya sampai pelawangan saja.

“Siapa yang menjamin kalau jalur dibuka, mereka tidak masuk sampai areal danau atau malah muncak. Apalagi tamu luar, hampir bisa dipastikan mereka tidak akan mau mendaki sampai pelawangan saja. Malah sebagian dari mereka senang cari sensasi kan” jelasnya.

“Jika sampai erupsi lagi dan ada korban, semua orang kan bisa repot, bahkan bisa sampai Gubernur juga.” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pasca meletusnya Gunung Baru Jari tanggal 27 September lalu, segala aktivitas gunungapi terus dipantau dan diamati. Periode pengamatan tertanggal 3 Oktober 2016, pukul 00:00-24:00 wita, Gunungapi Rinjani (3726 mdpl), Lombok Timur NTB secara visual dari Cuaca masih dikatakan Cerah, Berawan, Hujan. Kemudian, suhu udara berada pada 16-32 derajat celcius, untuk kelembaban udara pada angka 88-90 persen.

Sementara, tekanan udara aman, curah hujan pada titik, 13.5 mm, kecepatan angin Lemah dan Sedang. Arah angin sementara,Timur dan Barat sisi kenampakan Gunung sangat Jelas, keberadaan kabut 0-II, tinggi asap  nol meter di atas puncak.

“Artinya, keterangan visual lainya, nihil, begitu juga kegempaan. Kalaupun begitu, disimpulkan tingkat aktivitas gunung rinjani pada level II (waspada), karena bisa saja meletus pada waktu tidak disangka,” paparnya berdasarkan informasi sumber data KESDM, Badan Geologi, PVMBG. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat