Dampak Buruk Kesehatan Lubang Emas Sekotong Mulai Terasa, Warga Resah

 

Salah satu bekas lubang emas penambang di sekotong
kicknews.today Lombok Barat – Dampak buruk tambang di Wilayah Sekotong Lombok Barat mulai terasa. Dampak pencemaran limbah tambang disebut mulai berpengaruh pada kesehatan warga dan ternak.

Sejauh ini limbah tambang diduga mulai mencemari kawasan lokasi pembuatan garam rakyat di Cendi Manik, hingga pada kematian ternak yang juga diduga akibat meminum air bekas sisa bahan tambang di daerah Pelangan.

Pemuda setempat Abdul Majid meminta Pemerintah segera bertindak. Pemda dirasa perlu mengandeng pihak ketiga agar penanganannya lebih serius.

“Masyarakat mulai resah dengan kondisi pencemaran lingkungan akibat limbah tambang ini, karena itu pemda harus serius menangani ini. Pemda perlu mengandeng pihak ketiga mengelola limbah ini,”jelas Majid yang ditemui di Sekotong, Senin (3/10).

Sementara itu, Kadis Pertambangan dan Energi, Budi Dharmajaya menyampaikan bahwa peredaran bahan kimia seperti mercury termasuk limbah B3 yang sebenarnya telah dilarang beredar di daerah Sekotong. Pemda Lobar sendiri telah lama membuat surat edaran yang menegaskan pelarangan peredaran mercury disana.

“Kalau ada yang memperjual belikan, berarti itu illegal,”tegas Budi.

Izin pejualan bahan kimia itu sendiri bukan menjadi kewenangan Daerah, namun merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup. Terkait pengawasan peredaran bahan kimia ini sendiri, menjadi tugas tanggung jawab bersama-sama dengan BLH dan aparat.

Terpisah, Kepala Pusat Puskesmas Sekotong, I Nyoman Adnyana Putra menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan sosialisasi terkait bahaya penggunaan bahan kimia ini. Ia mengakui, bahwa dari hasil penelitian yang bekerjasama dengan sebuah lembaga, bahwa memang ada beberapa warga diduga terkontaminasi bahan kimia mercury.

“Itu masih dirahasiakan identitasnya,”katanya. (aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat