BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

BKD Segera Bebastugaskan Pejabat Pemprov NTB Terindikasi Korupsi

Kepala BKD NTB Abdul Hakim
Kepala BKD NTB Abdul Hakim

kicknews.today Mataram – Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera akan membebas tugaskan pejabat Aparatut Sipil Negara (ASN) yang terindikasi melakukan tindakan korupsi, ketika telah ada surat resmi pemberitahuan bahwa EK benar ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Setelah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Praya, yang bersangkutan langsung dibebastugaskan sementara,” ungkap Kepala BKD dan Diklat Provinsi NTB, Ir H Abdul Hakim, Sabtu (1/10).

BKD belum sampai mengambil langkah lebih jauh, seperti pemberhentian, karena harus mengacu pada aturan ASN. Dimana, langkah itu baru bisa dilakukan setelah yang bersangkutan telah divonis bersalah oleh pengadilan, karena melakukan tindak pidana korupsi. Sesuai Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) KUHP, dapat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS dengan dasar bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 87 ayat (4) huruf b UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Pasal 9 Huruf a PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS.

“Ada aturan jelas, sehingga harus menunggu surat pemberitahuan untuk dibebastugaskan terlebih dahulu. Mengenai pemberhentian, menunggu putusan pengadilan,” katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, menahan tersangka kasus korupsi pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Barabali Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Proyek yang anggarannya bersumber dari APBD Pemprov NTB tahun 2015 ini diduga bermasalah. Kejari Praya menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial EK, pada Jumat (30/9).

Sehari sebelumnya Kejari praya juga telah menahan tersangka lainya yakni konsultan pengawas LKW yang diduga terlibat dalam korupsi proyek pembangunan RPH Barebali tersebut. Saat ini EK sedang mejabat sebagai Plt Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Ia diketahui ditahan sekitar pukul 11.20 wita usai menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus Kejari Praya. Sedangkan dua tersangka lainya belum ditahan karena masih mangkir dari panggilan dengan berbagai alasan. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Oknum Guru diduga Terlibat HTI Bukan Urusan BKD

  Lombok Utara – Terkait indikasi adanya salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari profesi ...