Nenek Tua Pedagang Keripik Yang Dihormati Sang Jenderal Itu Wafat di Mekah

Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono SH, MH ketika mencium tangan seorang nenek tua penjual rempeyek (kicknews,gin)
Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono SH, MH ketika mencium tangan seorang nenek tua penjual keripik singkong

kicknews.today Mataram – Masih ingat dengan Papuq Mok, seorang nenek tua pedagang keripik singkong yang biasanya berjualan di sekitar kampus Unram dan wilayah Gomong Mataram dimana satu hari saat bertemu Kapolda NTB, Brigadir Jenderal, Umar Septono sampai menundukan kepala seraya mencium tangan nenek tua itu tanda penghormatan.

Bagimana mungkin sang jenderal dengan jabatan tinggi dan berpangkat bintang dipundaknya mau berbuat seperti itu? Dari berita sebelumnya, Kapolda mengaku melakukan itu karena dirinya melihat mahluk ciptaan Tuhan bukan dari pangkat, jabatan ataupun hartanya melainkan dari tingkat kedekatannya kepada Tuhan yang maha kuasa.

Menurut informasi yang dihimpun dari kantor Kementrian Agama Kota Mataram, Papuq Mok kini dikabarkan meninggal dunia setelah tuntas melaksanakan rukun hajinya dan kabar itu diterima Kemenag pada hari Kamis 29 September 2016 kemarin. Saat ini jenazahnya telah dimakamkan di kota suci Mekah.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H Burhanul Islam mengatakan bahwa saat ini masih menunggu sertifikat kematian atau Certificate Of Death (COD) dari pihak berwenang Arab Saudi.

“Secara tertulisnya, kita belum menerima informasinya, belum kita terima COD-nya” ujar Burhanul dilansir dari suara NTB.

Dia menjelaskan akan segera mengurus asuransi kematiannya bersama dengan santunan dari Walikota Mataram dan kemudian berziarah kepada pihak keluarga segera setelah menerima COD yang bersangkutan.

“Kita tunggu COD dulu, baru berziarah ke rumah keluarga sekaligus memberikan informasi lengkapnya dari kemenag,” imbuhnya.

Hj Semok, atau yang biasa disapa papuq Mok semasa hidupnya dikenal sebagai pedagang keripik yang punya perjuangan hidup luar biasa, di usia lebih dari delapan puluh tahun, dia memilih untuk berdagang menjunjung bakul dikepalanya berkeliling dari kampus dan kantor-kantor hingga akhirnya berkat perjuangannya itu dia dapat menunaikan rukun islam yang ke lima menunaikan haji ke tanah suci. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat