Heboh ‘Bayi yang Tertukar’ di RSUD Bima, Orang Tua Lapor Polisi

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Bima – Subagio (28) justru berduka dihari bahagianya. Saat dia harusnya mendapati wajah imut bayi yang dilahirkan istrinya, Sumarni, dia murung. Diduga buah hatinya itu tertukar. Keberatan, Subagio lapor polisi.

Pengaduan indikasi penukaran bayi itu terjadi Sabtu (22/9) lalu. Pelapor asal RT 01/01 Desa Tolo Uwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima itu hendak mengambil bayi yang sudah dilahirkan di ruang Operasi Kandungan (OKA) sekitar Pukul 13.20 Wita. Namun petugas meminta Subagio dan istrtinya menunggu di depan ruang tunggu OKA.

“Selang 30 menit kemudian, tiba – tiba ada pasien dari pihak keluarga orang lain membawa seorang bayi dari ruangan OKA,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, Sabtu (10/1) menjelaskan awal kejadian.

Berjarak lima menit kemudian, pelapor dipanggil pihak RSUD Bima untuk mengambil bayinya. Tapi Subagio dan istrinya terperangah, karena petugas medis memberitahukan bayinya lahir cacat. “Pelapor merasa shock dan curiga dengan pihak RSUD Bima,” kata Kabid Humas.

Karena tidak percaya bayinya cacat, pelapor berinisiatif membawa bayi itu ke Bali untuk melakukan tes DNA di RS Sanglah. “Ternyata hasil DNA bayi tersebut berbeda dengan pelapor dan istri pelapor,” ungkapnya. Karena merasa ditipu korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Bima Kota. “Sampai saat ini masih dalam penyelidikan. Saksi saksi dari pelapor dan pihak RSUD Bima sedang dalam proses permintaan keterangan,” jelasnya.

Kejadian yang mengingatkan pada sinetron di sebuah stasiun TV swasta, judulnya “putri yang tertukar”. Skenario fiksi itu kini ada di dunia nyata, bahkan diseret ke ranah pidana. (mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat