BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Awas! Gunung Barujari Masih Berpeluang Aktif Setiap Saat

Nampak abu vulkanik dari Desa Senaru terlihat jelas. (Foto by: Hilmi)
Nampak abu vulkanik dari Desa Senaru terlihat jelas. (Foto by: Hilmi)

kicknews.today Mataram – Setelah mengeluarkan abu vulkanik setinggi 2000 meter dari puncak Gunung Barujari, tanggal 27 September 2016, pukul 14.45 Wita. Badan pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menemukan penyebab meletusnya anak Gunung Rinjani tersebut.

Tercatat tanggal 26 September 2016 terjadi peningkatan aktivitas kegunung apian Gunung Barujari yang ditandai adanya amplitudo sebesar 69 PF.

Pada bulan September 2016 sampai dengan tanggal 26 terekam 34 kejadian tremor dengan amplitudo maksimum 2-5 mm, dan lama gempa 15-110 detik. Tingkat kegempaan Gunung Rinjani sebelum erupsi secara umum tidak menunjukan perubahan signifikan.

“Secara visual dari kawah Gunung Barujari tidak tampak hembusan, maupun aktifitas permukaan lain yang mengindikasikan anomali sebelum terjadi letusan,” ungkap kepala Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Mohamamd Rum. (29/9)

Keterangannya itu mengacu pada keterangan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Ir Kasbani. Yang dilaporkan dengan surat bernomor 2622/45/BGLV/2016 tanggal 27 September 2016, perihal peningkatan tingkat aktifitas gunung rinjani dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada).

Dikatakannya, ancaman bahaya secara tidak langsung berada di utara Gunung Rinjani. Terutama di daerah aliran sungai kokok putih yang berhulu di area bukan kawah. Erupsi didalam kaldera dapat menyebabkan peningkatan muka air danau Segara Anak yang selanjutnya berpotensi menyebabkan banjir bandang di sungai kokok putih.

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahaya lanjutnya, maka mulai tanggal 27 September 2016 pukul 15.00 wita tingkat ativitas Gunung Rinjani dinaikkan dalam level 1 menjadi level 2.

Rum menambahkan, hingga saat ini masih terdapat potensi erupsi lanjutan yang diindikasikan dengan terekamnya gempa tremor hembusan dengan amplitudo maksimum 2-5 mm, dengan lama gempa 15-100 detik. Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi tingkat aktifitas Gunung Rinjani.

Dengan demikian, BPBD harus menegluarkan larangan beraktifitas atau berkemah di sekitar kaldera Gunung Rinjani, dalam radius 3 km dari kawah Barujari.

Dihimbau juga pada masyarakat, jika terjadi hujan abu diminta untuk diam didalam rumah. Apabila harus berada diluar rumah disarankan memakai masker penutup hidung, mulut dan penutup mata agar terhindar dari penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi mata.

Tidak hanya itu, Masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharapkan tenang namun tetap waspada, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani.

Rum berjanji, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memberikan informasi. Termasuk, menyiapkan dan membagikan masker kepada masyarakat. Sementara stok masker yang di BPBD Provinsi NTB sebanyak 55.000 lembar, di Dinas Kesehatan ada 250.000 lembar dan persediaan BPBD kab/kota 5.000 lembar yang siap dibagikan kepada masyarakat apabila diperlukan.

“Kami akan tetap memonitor setiap saat perkembangan Gunung Barujari melalui pos pengamatan gunung,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Awas…! Sanksi Pidana 5 Tahun bagi Pemetik Edelweis

  Mataram – Sanksi pidana penjara paling berat lima tahun dan denda paling besar Rp ...