Ini Dampak Aktivitas Anak Gunung Rinjani di Senaru KLU

Nampak abu vulkanik dari Desa Senaru terlihat jelas. (Foto by: Hilmi)
Nampak abu vulkanik dari Desa Senaru terlihat jelas. (Foto by: Hilmi)

kicknews.today Lombok Utara – Meletusnya Gunung Barujari sekitar pukul 14.45 WITA nampaknya tidak terlalu berdampak bagi aktivitas masyarakat di Desa Senaru. Bahkan, situasi saat ini dirasa masih normal.

“Mereka sudah tahu memang kalau ada letusan, tetapi biasa saja disini dan tidak ada kekhawatiran. Tetapi kalau untuk Masyarakat yang diatas kita belum tahu,” ujar Kepala Desa Senaru, Isa Rahman. (27/9).

Hanya saja, kekhawatiran justru dialami oleh kalangan pendaki yang akan pergi mendaki ke Gunung Rinjani. Bahkan sangking khawatirnya, mereka sampai mengurungkan niatnya.

“Kalau pendaki mereka pada takut, tadi ada satu bus yang membawa sekitar 6 pendaki memilih balik dan tidak jadi naik. Mayoritas pendaki itu wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lombok Utara, Raden Tresnawadi, mengatakan jika letusan tersebut tidak menggangu aktivitas masyarakat Senaru.

“Kami tadi sudah menerima data dan anggota kami sudah siaga di Senaru, tidak ada dampak yang signifikan, aktivitas warga juga masih seperti biasa,” katanya.

Menyoal kekhawatiran tentang dampak abu vulkanik, Tresnawadi menjelaskan bahwa abu tidak terdeteksi di wilayah KLU. Pasalnya, arah angin akibat letusan tersebut tidak mengarah ke Lombok Utara.

“Bahkan di Senaru saja tidak ada sedikit pun abu, tetapi kita tetap imbau masyarakat dan kami juga telah menyediakan masker untuk antisipasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Aktivitas vulkanik Gunung Barujari cukup meningkat dengan amplitudo sebesar 52 milimeter dan menyemburkan abu setinggi 2.000 meter dari puncak Gunung. Abu condong ke arah Barat Daya dan saat ini BNPB Provinsi NTB telah mengeluarkan himbauan agar masyarakat tetap waspada.(iko).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat