Nelayan Jangan Tergiur Harga Jual Lobster, Bui Ancamannya…

Polisi mengamankan bibit lobster dari nelayan beberapa waktu lalu
Polisi mengamankan bibit lobster dari nelayan beberapa waktu lalu

kicknews.today Mataram – Pemerintah bersama aparat tetap gencar mengincar upaya penangkapan dan penjualan, sampai penyelundupan bibit lobster. Bagi aparat, siapapun pelakunya, tetap diproses hukum. Banyaknya pengalaman  penangkapan menimpa nelayan, sehingga diimbau agar tidak semata tergiur harga, tapi melanggar aturan dan bui ujungnya.

Sebagaimana tindakan Dar (54), nelayan asal Desa. Batu Nampar Kecamatan Jerowaru,  Lombok Timur. Dia ditangkap Timsus Dit Polair Polda NTB Sabtu (24/9) lalu. Dia ditangkap Pukul 09.30 Wita, saat membawa bibit lobster sebanyak 241 ekor.  Dia membawa bibit lobster itu dari Teluk Awang menuju desa setempat untu dijual,  mengendarai sepeda motor melalui Dusun  Parak Tembere Kecamatan Praya Timur.

“Timsus menghentikannya saatmengendarai sepeda motor,” kata Kabid Humas  Polda NTB, AKBP dra. Tri Budi Pangastuti,MM tadi siang. Dalam penggeledahan,  petugas menemukan pada bagian bawah jok motor  ada dua bungkus plastik dan satu botol bekas minuman the, isinya bibit lobster.

Dari penangkapan itu, timsus kemudian melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Dar. Lobster yang dibawanya berbagai jenis dan harga. Jenis pertama Mutiara sebanyak 62 ekor. Ini dijual dengan  harga per ekor Rp 8000. Jenis lainnya Lobster Pasir  sebanyak 179 ekor, akan dijual  per ekor Rp 40.000.

Menurut Tri Budi, salah satu motif penjualan itu, karena nelayan tergiur dengan harga yang cukup tinggi itu. Untuk Kabid Humas mengingatkan, nelayan jangan tergiur harga jual yang lumayan itu.  Sebab aturannya sudah jelas, jika dilanggar maka sanksinya pidana. “Jangan tergiur harga bibit lobster, tapi dengan melanggar aturan. Maka konsekwensinya pidana,” Tri Budi mengimbau.

Sebagaimana dialami Dar, dia dan barang bukti dibawa ke Mako Dit Pol Air polda NTB guna proses lebih lanjut. Dia kemudian  diproses kiarena diduga melanggar pasal 88 jo pasal 16 (1) dan atau pasal 100 jo psl 7 (2) Undang Undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, sebagaimana telah diubah Undang Undang  RI nomor 45 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat