Laser Hijau Bahayakan Penerbangan, Pemkot Segera Tertibkan Pedagang

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram,- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menertibkan pedagang mainan laser hijau karena mengganggu penerbangan pesawat yang hendak lepas landas atau mendarat.

“Hal itu sebagai tindak lanjut surat dari Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Mataram, tertanggal 15 September 2016, yang meminta kerja sama pemerintah kota agar menegur para pedagang mainan laser hijau,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Mataram Chairul Anwar di Mataram, Senin (26/9).

Chairul yang ditemui seusai melakukan rapat persiapan penertiban pedagang mainan laser hijau di sejumlah titik di Kota Mataram mengatakan, berdasarkan surat itu disebutkan kemampuan mainan laser tersebut menembakkan cahaya mencapai 4.500 kaki, sementara ketinggian peswat yang lepas landar atau mendarat berada pada 1.500 kaki.

“Jika hal itu terus dibiarkan, dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada aktivitas penerbangan pada malam hari, dan mengancam keselamatan penumpang, serta awak pesawat,” ujarnya.

Surat dari Danlanud itu disertai beberapa daftar pesawat yang telah mengalami gangguan akibat cahaya mainan laser hijau sejak 25 Februari sampai 4 September 2016 yang sudah tercatat 14 kali, dan rata-rata cahaya laser menembak ke kokpit dengan lokasi di kawasan Pusuk.

Maskapai penerbangan yang sudah kena gangguan laser hijau tersebut antara lain, pesawat LNI-962 pada pukul 19.15 WITA tanggal 15 Maret 2016.

Selain itu, GIA-440 pukul 19.50 WITA pada tanggal 26 Juni 2016, dan BTK-7335 pukul 21.17 WITA tanggal 14 Juli 2016.

“Karena itulah, penertiban pedagang mainan laser hijau ini harus kita dilakukan segera,” katanya.

Namun, sambung Kasatpol PP, sebelumnya pihaknya turun melihat sekaligus mendata titik-titik operasional pedagang mainan laser hijau, termasuk para distributor mainan yang terindikasi menjual laser hijau.

Apabila sudah terdata, pihaknya akan melakukan upaya persuasif, teguran hingga peringatan.

“Jika mereka tidak mengindahkan, barulah kita melakukan tindakan dengan menertibkan dagangan mereka,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat agar melaporkan ke aparat apabila menemukan pedagang mainan laser di seputar Kota Mataram.

“Jika masyarakat sudah memiliki laser tersebut sebaiknya tidak dimainkan lagi,” katanya meminta.

Pedagang mainan laser hijau ini biasanya beroperasi malam hari di sejumlah jalan utama di kota ini dengan menyalakan dua hingga tiga laser yang diarahkan ke atas untuk menarik perhatian calon pembeli. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat