Tunggu… Pelabuhan Wisata Ampenan Masih Uji Kelayakan

Pantai Ampenan
Pantai Ampenan

kicknews.today Mataram,- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, pembangunan pelabuhan wisata di kawasan Ampenan oleh salah seorang investor dari Pulau Bali yang bergerak di bidang jasa kapal pesiar tetap dalam progres dan masih menunggu hasil studi kelayakan.

“Investor saat ini masih melakukan studi kelayakan sebagai acuan untuk membangun pelabuhan wisata seperti yang direncanakan,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/9).

Dikatakan, dari informasi terakhir saat pertemuan investor dengan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, pihak investor menunjukkan teknologi yang akan digunakan di pelabuhan wisata itu.

Teknologi yang digunakan bukan kapal besar melainkan berupa kapal cepat yang bisa memperpendek jarak tempuh penyeberangan antara Pulau Bali dan Pulau Lombok dalam waktu hanya satu jam.

Sementara, penyeberangan yang dilakukan saat ini dari Pelabuhan Padangbai, Bali, hingga Lembar membutuhkan waktu sekitar lima jam.

“Dengan demikian tercipta interkoneksi untuk memberikan kemudahan, sekaligus menciptakan ‘sister’ Pulau Lombok dan Pulau Bali,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya rencana investor dari Bali tersebut, membuka peluang setiap wisatawan dari Bali akan menginjakkan kaki di Pulau Lombok melalui akses Teluk Benoa dan Ampenan khususnya untuk kepentingan pariwisata.

Kebedaraan pelabuhan wisata juga dapat menghidupkan kembali Kota Tua Ampenan yang lama vakum setelah aktivitas Pelabuhan Ampenan di pindah ke Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

“Rencana pelabuhan wisata ini bisa membuka koneksi lagi dan menjadi bagian revitalisasi Ampenan sehingga bisa memberikan ‘multiplier effect’ ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara menyinggung tentang anggaran, Martawang mengatakan, dalam pertemuan sekitar dua bulan lalu pihak investor dan pemerintah kota telah bersekapat bahwa investor bertanggung jawab melakukan pembehanan laut sedangkan Kota Mataram menata bagian daratnya.

Bagian laut yang dimaksudkan adalah terkait dengan izin kesyahbandaran, persiapan administrasi, serta pembangunan anjungan dermaga.

Sedangkan hal berhubungan dengan darat yang menjadi bagian Pemerintah Kota Mataram antara lain penataan dan melengkapi berbagai fasilitas pendukung di kawasan Ampenan.

Fasilitas pendukung yang dimaksudkan antara lain lahan parkir, ruang tunggu, air bersih, serta informasi dan transportasi yang bisa terkoneksi antara Ampenan-Senggigi dan objek wisata lainnya.

Termasuk untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) dan diharapkan jenis kuliner yang dijual tidak monoton akan tetapi lebih variatif sehingga wisatawan memiliki banyak menu pilihan kuliner khas daerah ini.

“Jika investor siap, kami juga siap alokasikan dana ‘sharing’, ini bukan mimpi tapi Insha Allah nyata,” ucap Martawang. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat