Ini Alasannya, Kenapa Wisata Kebun Kopi Senaru Banyak Dikunjungi Wisatawan

beberapa-pengunjung-saat-menikmati-pemandangan-di-kebun-kopi
beberapa-pengunjung-saat-menikmati-pemandangan-di-kebun-kopi

kicknews.today Lombok Utara – Beberapa bulan yang lalu, mungkin hanya sedikit yang tahu lokasi Kebun kopi yang terletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan KLU. Pasalnya, objek yang sekarang mendadak banyak dikunjungi Wisatawan ini, merupakan sebuah lokasi untuk penelitian yang dilaksanakan oleh Universitas Mataram (Unram).

“Sebelumnya kita survey lokasi mana yang cocok dijadikan untuk penelitian beberapa komoditas. Nah, setelah itu baru kita menemukan lokasi ini. Tetapi keindahan alam sekitar membuat kami untuk mengembangkan lokasi, sehingga sekarang banyak dikunjungi orang,” ujar salah satu pendamping Petani setempat, Ahmad Yani.

Pria yang sekaligus penjaga lokasi tersebut, mengatakan jika dari atas ketinggian 62 meter, pengunjung dapat melihat air terjun Tiu Kelep. Maka belakangan Kebun kopi pun banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu luang.

“Sebenarnya ini baru kita bangun sekitar bulan lima kemarin, niatnya tidak untuk objek wisata melainkan guna pengembangan beberapa komoditas pertanian oleh pihak Unram,” terangnya.

Nama wisata kebun kopi dijelaskan Yani karena di lahan seluas 225 hektare ini mayoritas memang ditanami tanaman kopi. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang datang menggunakan nama serupa.

“Mayoritas disini memang kita menanam kopi, karena suhu yang dirasa cocok juga. Jadi bukan karena ada warung kopinya. kita memang sediakan kopi tetapi itu bukan alasan,” tegasnya.

“Sangking tenarnya, tidak hanya wisatawan lokal saja. Bule-bule pun rela jauh datang kesini untuk melihat wisata Kebun kopi Senaru,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Romi menilai ramainya wisata Kebun kopi ini lantaran adanya air terjun Tiu Kelep yang bisa dilihat dari atas.

“Saya disini tidak lama, penasaran saja karena sudah lama viral di media sosial. Saya kira ini harus dikelola dengan baik, apalagi jika ada tangga ke bawah pasti lebih asyik,” katanya.

Untuk diketahui, dalam sehari puluhan pengunjung datang hanya sekedar foto selfie hingga menikmati suasana di Kebun kopi. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, tetapi hanya membayar parkir sebesar Rp 5,000 per motor. Selain itu, jarak yang ditempuh untuk bisa ke lokasi sekitar 2 jam dari Kota Mataram.(iko).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat