Teluk Saleh Dibom, Ikan Pada Mati Sampai Cicit, Polisi Tangkap Pelaku

Nelayan pengebom ikan bersama perahu dan barang bukti yang diamankan Dit Polair NTB
Nelayan pengebom ikan bersama perahu dan barang bukti yang diamankan Dit Polair NTB

kicknews.today Mataram – Oknum nelayan tak tau di untung. Padahal alam memberikan rizki berupa hasil laut yang melimpah ruah di Teluk Saleh, Sumbawa. Tapi karena keserakahan manusia, bom ikan dirakit dan diledakan tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan dan nasib anak cucu.

Peristiwa ini terjadi semalam, Rabu (21/9) sekitar pukul 11.30 Wita. Empat Bom diledakan berturut-turut di perairan itu. Untung ada patroli polisi perairan yang melintas, sehingga dengan sigap mereka langsung ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti dalam siaran persnya, kejadian bermula pada saat tim patroli kapal 2008 Dit Polair Polda NTB sedang melaksanakan patroli rutin di pulau Batu perairan Teluk Saleh, kemudian mendengar suara ledakan (Bom Ikan) sebanyak empat kali berturut- turut.

“Kapal Polisi XXI-2008 segera melakukan pengejaran terhadap perahu motor yang diduga melakukan pengeboman tersebut, dan sekitar pkl 13.20 wita perahu motor tersebut berhasil dihentikan pada Posisi 8°43’1240″S. 117°66’4150″E,” papar Tribudi.

Saat didekati, diatas kapal terdapat tiga orang, namun menurutnya dua orang langsung terjun melopat ke laut mencoba melarikan diri dari kejaran polisi.

“Satu orang berhasil kita tangkap dan yang dua lagi melarikan diri dengan berenang menuju ke daratan” tambahnya.

ABK yang ditangkap berinisial MI berusia 55 tahun dengan pekerjaan sebagai nelayan yang beralamatkan di Dusun Perajak Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir  Sumbawa Besar.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit perahu motor tanpa nama dengan warna abu-abu, lis atas warna merah, 1 (satu) unit mesin penggerak utama, 2 (dua) buah korek api kayu, 2 (dua) gulung selang, 1 (satu) unit kompresor, 2(dua) pasang sepatu katak, 1 (satu) buah masker, 2 (dua) buah Dakor, 1 (satu) buah alat snrokel, 3 (tiga) buah sorok ikan berikut dengan dua box ikan hasil tangkapan dan sisanya didalam palka perahu yang beratnya sekitar 300 kilogram.

“Setelah diadakan pemeriksaan maka patut diduga ABK dan dua temannya yang masih dalam pengejaran itu melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak,” jelas Tribudi.

Pasal yang dikenakan ialah pasal 84 ayat 1 sub pasal 85 UU RI No 45 tahun 2009 tentang Perikanan, perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan kemudian untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, pelaku beserta perahu motor dan barang buktinya dibawa ke pelabuhan Khayangan Lombok Timur.

Harapan Tribudi, tidak ada lagi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak berikutnya yang ditangkap polisi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya nelayan agar jangan tergoda dengan hasil melimpah kemudian melakukan pengeboman namun mengorbankan kelestarian lingkungan. Itu sangat merugikan” pesannya tegas. (ddt)

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat