in

NTB, Satu Dari 3 Daerah Yang Ditetapkan Kemenpar Jadi Destinasi Wisata Halal

deputi-bidang-pengembangan-distinasi-kemenpar-dadang-riski-rahman-tengah-wakil-gubernur-h-muhammad-amin-dan-ketua-dpp-asita-asnawi-bahar
deputi-bidang-pengembangan-distinasi-kemenpar-dadang-riski-rahman-tengah-wakil-gubernur-h-muhammad-amin-dan-ketua-dpp-asita-asnawi-bahar
deputi-bidang-pengembangan-distinasi-kemenpar-dadang-riski-rahman-tengah-wakil-gubernur-h-muhammad-amin-dan-ketua-dpp-asita-asnawi-bahar

kicknews.today Mataram – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sedang menggencarkan promosi beberapa daerah yang memiliki brand wisata halal. Diantara 10 destinasi, tiga diantaranya sudah ditetapkan sebagai destinasi halal. Yakni Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Provinsi Aceh.

“Ketiga daerah ini sudah ditetapkan sebagai destinasi halal di Indonesia,” ungkap Deputi bidang pengembangan destinasi Kementeria Pariwisata, Dadang Riski Rahman, saat kongres Asita dan Internasional Halal Travel Fair, Rabu (21/9).

Penetapan daerah ini sebagai destinasi wisata halal tidak bisa lepas dari dukungan Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat. Oleh karena itu, sangat diharapkan agar penunjang label wisata halal tersebut bisa disesuaikan maksimal, seperti halal food, halal distination.

“Sajian yang akan disajikan harus memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, juga harus ada dukungan penuh masyarakat dengan cara meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena tanpa dukungan SDM maka akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan.

Disebutkan juga bahwa yang masih menjadi kendala adalah promosi yang dirasa masih lemah. Maka harus ada sinergitas dengan pelaku wisata, akademisi, media, pengusaha, dengan teknis solid, speed dan smart (3s).

Peran ASITA di semua daerah juga dinilai sangat penting untuk memberikan penjelasan akan wisata halal tersebut.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pihak-pihak lain,” katanya.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin selaku Pemerintah Daerah menyatakan bahwa Pemprov NTB telah bergerak cepat terkait ditetapkannya NTB sebagai destinasi wisata halal ini.

“Kami sedang mempersiapkan beberapa hal berkaitan dengan destinasi halal itu, termasuk SDM masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Disatu sisi, ketua DPP Asita Asnwai Bahar sangat mendukung langkah Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan beberapa destinasi wisata halal di Indonesia, terlebih lagi Nusa Tenggara Barat termasuk diantaranya.

“Yang jelas, kami tetap mendukung dan pastikan semua DPD Asita se-Indonesia harus komunikasi dan koordinasi dari bawah hingga pusat,” pungkasnya sembari mengatakan, NTB akan memiliki brand setelah terlaksananya kongres Internasional Halal Travel Fair. (prm)