in

Dirjen Hubla Perintahkan Setiap UPT Tingkatkan Pengawasan Keselamatan Kapal Cepat

Terlihat speed boat Natsya yang tenggelam usai bertabrakan dengan fasboat Maruty Duta (foto by: Humas Polsek Tanjung)
Terlihat speed boat Natsya yang tenggelam usai bertabrakan dengan fasboat Maruty Duta (foto by: Humas Polsek Tanjung)
Terlihat speed boat Natsya yang tenggelam usai bertabrakan dengan fasboat Maruty Duta (foto by: Humas Polsek Tanjung)

kicknews.today Jakarta – Banyaknya insiden kecelakaan transportasi laut seperti yang terjadi di pelabuhan Padang Bai, terhadap kapal cepat (boat) yang akan menuju ke Gili (Trawangan, Meno dan Air) Lombok. Membuat Dirjen Perhubungan Laut memerintahkan semua UPT untuk meningkatkan pengawasan keselamatan.

Perintah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UM.003/13/16/DK.16 Tentang Peningkatan Keselamatan Kapal Kecepatan Tinggi, tertanggal 16 September 2016.

“Saya memerintahkan agar seluruh Syahbandar Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kepala Kantor Pelabuhan Batam dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan untuk memastikan setiap Pemilik atau Operator dan juga Nakhoda kapal kecepatan tinggi melaksanakan dan melaporkan hal-hal yang menjadi persyaratan keselamatan sebelum keberangkatan kapal,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Ir. A. Tonny Budiono, melalui siaran pers, Minggu (18/9).

Perintah itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kembali kecelakaan yang sama seperti halnya musibah kapal cepat Gili Cat II di perairan Padangbai, Kamis, 15 September 2016 lalu.

“Bergerak cepat dengan memerintahkan agar seluruh kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan keselamatan kapal, khususnya kapal kecepatan tinggi dengan mesin di dalam (inboard engine) maupun mesin tempel (outboard engine),” katanya.

Pelaporan oleh pemilik atau operator atau nakhoda kapal dimaksud adalah, terkait operasi pengisian bahan bakar.

Prosedur yang harus dilakukan terkait pengisian bahan bakar apabila dilaksanakan di pelabuhan tersebut, harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak ada rembesan atau tumpahan bahan bakar di sekitar tangki bahan bakar atau di ruangan tertutup yang terdapat diatas kapal.

Apabila terjadi rembesan atau tumpahan bahan bakar, maka harus segera dibersihkan dan dipastikan ruangan telah terbebas dari uap/gas bahan bakar.

Apabila terdapat kebocoran uap/gas dari tangki bahan bakar atau rembesan atau tumpahan yang tidak dapat diatasi oleh awak kapal, maka harus segera dilaporkan kepada Nakhoda kapal dan Syahbandar setempat untuk dilakukan perbaikan sebelum melanjutkan pelayaran atau keberangkatan kapal.

Kemudian, sedapat mungkin dilakukan peranginan dengan ventilasi alami (tanpa menggunakan tenaga listrik) yang dibuat sedemikian rupa sehingga apabila terjadi kebocoran dan penguapan gas bahan bakar, dapat segera hilang terbawa angin.

Sedapat mungkin tidak ada instalasi listrik, kabel dan sumber panas di area sekitar tangki bahan bakar. Namun apabila ada, harus dipastikan bahwa instalasi tersebut terisolasi dengan baik dan aman dari bahaya ledakan.

Tidak diperbolehkan menggunakan senter, lampu, telepon genggam, kamera dan alat elektronik lainnya yang tidak terlindung dari bahaya ledakan (explosive proof) di dalam ruangan tertutup dimana tangki bahan bakar berada.

Tidak diperbolehkan merokok disekitar ventilasi atau area dekat tangki bahan bakar.

Ditegaskannya, Surat Edaran yang ditandatangani Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ir. Sugeng Wibowo, MM atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Laut tersebut juga memerintahkan agar seluruh Syahbandar Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kepala Kantor Pelabuhan Batam dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan dapat menunda keberangkatan, kapal apabila pemilik atau operator atau Nakhoda kapal kecepatan tinggi tidak dapat memberikan laporan konfirmasi pemenuhan persyaratan tersebut diatas sebelum keberangkatan kapal. (prm)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote