in ,

Dianggap Mutu Pendidikan Rendah, NTB Akan Jadi Pilot Projek Inovasi Australia

Anak Sekolah Dasar disebuah kampung
Anak Sekolah Dasar disebuah kampung
Anak Sekolah Dasar disebuah kampung

kicknews.today Mataram – NTB akan dijadikan pilot projek program Inovasi Australia 2016-2019 dan sampel yang bakal diambil yakni enam Kabupaten. Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima dikarenakan mutu pendidikan yang tergolong rendah.

Dikatakan oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang, Kemendikbud, Prof. Nizam, Senin (19/9) saat ditemui media bahwa program ini nanti akan membimbing beberapa sekolah di enam kabupaten tersebut untuk mencari tahu apa sebenarnya permasalah yang membuat anak didik tidak bisa membaca, bisa baca namun tidak tahu maknanya dan permasalahan pendidikan lainnya.

“Bila perlu guru, kepala sekolah akan diberikan pendidikan lebih tinggi dengan tujuan program inovasi membuat kompetensi siswa meningkat,” katanya.

Dijelaskan, permasalahan yang akan diteiti itu antaranya yaitu apakah menyangkut soal intervensi keluarga ke anak didik yang kurang , guru, sekolah, lingkungan atau barangkali pola penyampaian guru tidak sejalan dengan siswa, serta fasilitas sekolah kurang memadai.

Hasil survey secara internasional di tahun 2013-2014, tingkat kemampuan baca tulis masyarakat Indonesia. Berada pada urutan ke dua terbawah dari 60 negara. Sedangkan menurut hasil survey tim Inovasi Australia terhadap 250 sekolah SD dan SMP sebagai sampel di NTB, dengan kriteria usia 18 tahun ke bawah masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis.

Sementara, Konselor untuk kerjasama bidang pembangunan manusia, Kedutaan Australia, Jakarta, Sarah Lendon mengatakan, demi terlaksananya program ini, pihak Australia telah menyiapkan dana sebesar Rp 12 dolar Australia atau setara Rp 120 miliar secara nasional demi terlaksananya peningkatan Literasi dan numerasi siswa untuk memajukan mutu pendidikan di NTB.

“Kami bangga NTB menjadi pilot projek program ini, karena misi NTB meningkatkan minat dan pendidikan masyarakat,” pungkasnya.

Belum dapat dijelaskan secara angka jumlah anak yang tidak bisa baca tulis, atau yang bisa membaca namun tidak memahami maknanya. Dari berapa sekolah yang akan bekerjasama dengan Inovasi Australia ini datanya masih dalam proses survey lanjutan. (prm)