in ,

Apa Ya Kabar Terbaru dari Rencana Pembangunan Global Harbour KLU?

wakil gubernur ntb muhammad amin
wakil gubernur ntb muhammad amin
wakil gubernur ntb muhammad amin

kicknews.today Mataram – Rencana pembangunan kawasan pelabuhan terbesar yang berlokasi di Kayangan KLU dan bertaraf Internasional belum menemui titik terang. Pasalnya, masih harus menunggu penuntasan penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED). Dimana FS dan DED tersebut akan diusulkan Pemprov NTB ke Pemerintah Pusat melalui dana Kementrian Bappenas.

“Kalau tidak salah, butuh Rp 2 miliar untuk biaya FS-nya. Namun, Presiden Jokowi sudah mengiyakan rencana pembangunan Global Hub, maka kita akan melobi Kementrian Bappenas untuk membiayai pelaksanaan itu,” ungkap Wakil Gubernur NTB H. Muhamad Amin, Jumat (16/9).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maka pembangunan mega proyek Global Hub tersebut harus menggandeng pihak ketiga, yakni investor. Mengingat, jumlah dana yang dibutuhkan tidak sedikit, diperkirakan ratusan triliun rupiah. Maka jika biaya FS dan DED itu bisa diupayakan Pemerintah Pusat, Pemprov NTB dan Pemkab KLU tinggal menyusun besaran alokasi dana bagi pembebasan lahannya.

Wagub mengatakan pembangunan Global Hub ini adalah proyek ambisius yang bersifat jangka panjang. Tetapi jika tidak dimulai segera tentunya akan sangat sulit untuk mewujudkannya. Oleh karena itu Gubernur terus berupaya menyakinkan sejumlah investor, baik yang berasal dari Negara Timur Tengah hingga China agar mereka bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan ini.

Sementara, Kepala Bappeda NTB, Ir H. Ridwansah mengaku, telah ada sejumlah investor yang berminat untuk ikut ambil bagian dalam mega proyek Global Hub itu. Diantaranya, Direktur Utama PT. Diamar Mitra Kayangan Son Diamar dan Presiden Direktur PT. Ruschinda Investama Global (RIG), Zein Swetlana Andreyelvna, yang telah melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan pembangunan kilang minyak dan pelabuhan di kota baru “Global Hub” Bandar Kayangan pada 9 Juli 2015 lalu.

PT. RIG merupakan perwakilan China Power Engineering Consulting Group Co. LTD (CPECC) yang berlokasi di Beijing China. Sementara Son Diamar merupakan penggagas Global Hub yang kini mendapat mandat Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi dan Bupati Lombok Utara dalam persiapan Global Hub.

Keberadaan PT. RIG berperan dalam pencarian pendanaan dua mega proyek yang masing-masing diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp130 triliun untuk kilang minyak, dan Rp 20 triliun untuk pelabuhan. Untuk pelabuhan PT. RIG sudah berkomitmen dengan pengusaha perkapalan dari Roterdam Belanda dan Eropa.

“Untuk kilang minyak ini, PT. RIG sudah membangun komitmen dengan pengusaha China dan Rusia. Uangnya dari China dan teknologinya dari Rusia,” paparnya.

Dia menuturkan, Presiden Joko Widodo sangat tertarik mengembangkan Global Hub Kayangan. Selain karena letaknya yang strategis di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, juga karena sistem pengelolaan yang melibatkan masyarakat, diyakini memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Lahannya dibeli dari masyarakat. Artinya selain masyarakat juga bisa mendapatkan hasil penjualan, diberikan saham sehingga setiap tahun keuntungan berupa deviden atau bagi hasil bisa dinikmati,” terangnya.

Ia mengatakan, sistem pengelolaan berbasis masyarakat seperti ini merupakan yang pertama kali di Indonesia dan akan dijadikan proyek percontohan, sehingga masyarakat sekitar tidak termarginalkan setelah menjual lahannya.

“Artinya, dengan sistem seperti ini, diyakini harga lahan akan lebih rendah,” pungkas mantan kepala BKPM PT Provinsi NTB itu. (prm)