25 Tahun Lumpuh. Impiannya Cuma Satu, Bisa Tidur nyaman di Atas Kasur

Unsim, hanya bercita-cita tidur nyaman di atas kasur
Unsim, hanya bercita-cita tidur nyaman di atas kasur

kicknews.today Lombok Tengah – Haru, sedih, senang, bercampur aduk ketika menyaksikan impian yang terwujud dari seorang penyandang disabilitas. Hidupnya nyaris sebatangkara, karena hanya tinggal neneknya yang perduli.  Melihat kehidupannya yang jauh dari kata layak di Dusun Rege, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, membuat seorang perwira Polisi Wanita (Polwan) menitikkan air mata.

Namanya Unsim, pemuda berusia 25 tahun ini mengalami cacat bawaan sejak lahir. Dia hanya bisa berbaring tak berdaya di atas tikar pandan. Alas tidur lusuh yang menjadi pembatas tubuh lumpuhnya dengan lantai tanah rumah reotnya. Hidupnya dibayangi serba kekurangan, sehingga untuk membeli keinginan bisa mendapatkan kasur yang nyaman, jauh dari kata mampu.

Yah, dunia bagi Unsim hanya tempat dia bisa berbaring itu, bahkan untuk ke kamar mandi yang terbuat dari bedek di belakang rumahnya saja dia harus mendapat bantuan dari keluarga untuk membopongnya ke sana.

Sungguh, cita-citanya tak muluk. Tak perlu AC, karena atap rumahnya yang menyisakan rongga menganga cukup menyejukkan tubuhnya yang terlihat ringkih. Seumur hidupnya dia hanya mendambakan kasur empuk nan nyaman untuk ukuran dia. Sembari terus menjalani hidupnya, yang dia sendiri tidak tahu kapan bisa sembuh sehingga bisa normal sebagaimana pemuda seusianya.

Namun siang itu, Kamis (15/9), asanya  terwujud. Kepala Satuan Lalulintas Polres Lombok Tengah, AKP Pratiwi Noviani bersama anggotanya tiba-tiba datang membawakan meuble berikut kasur empuk yang selama ini diimpikan.

Mendadak kamar sempit itu dipenuhi perasaan haru. Tidak ada yang mampu menahan haru dan bercampur sedihan, saat melihat ekspresi girang Unsim dengan fisik yang terbatas. tak terkecuali Kasat Lantas dan anggotanya.

Saat kasat lantas Polres Loteng mengunjungi Unsim

“Saya sangat terharu,” kata  Pratiwi terbata  dan tak mampu menahan haru. Dia kemudian mengusap air matanya yang mengalir mengiringi rasa harunya. Raut wajah anggota polisi lainnya pun berubah menjadi raut kesedihan.

Sebenarnya kesempatan menyerahkan langsung kasur ini sudah lama diinginkan Pratiwi. Ketika kesempatan itu tiba, dia merasa ada berkah tak terhingga. “Tapi baru sekarang dapat terlaksana. Ini luar biasa,” ujarnya.

Cerita awalnya, Pratiwi  mengetahui ada penyandang disabilitas yang membutuhkan uluran tangan dermawan ini, ketika Bhabinkamtibmas Desa Pandan Indah, Brigadir I Ketut Surya Ningrat memberikannya informasi.

Memang Bhabinkamtibmas ada di setiap desa, sehingga tempat terpencil sekalipun mereka wajib mengetahui serta mendata setiap penduduk desa hingga kesulitan-kesulitannya.

“Jarak dari jalan utama desa ke rumah saudara Unsim cukup jauh, sekitar tujuh kilo. Alhamdulillah kita dapat informasi ini sehingga kita bisa berbagi kepada orang yang tepat dan benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Menyerahkan bantuan kasur yang barangkali tak bernilai apa-apa bagi orang berada itu, bagi Kasat Lantas adalah kelegaan yang luar biasa. Ada rasa bahagia tak terhingga setelah bisa berbagi dengan sesama disela sela kesibukannya menjadi komando pengatur lalu lintas di wilayah hukum Lombok Tengah. Kerja – kerja humanis serasa bagian dari tugas pokok yang akan terus dilakukan, demi tetap berada diposisi paling dekat dengan masyarakat. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat