Kendala Bahasa, Sidang Kasus Phedopilia Warga Australia Ditunda

Terdakwa ST asal Australia saat akan masuk ke ruang sidang
Terdakwa ST asal Australia saat akan masuk ke ruang sidang

kicknews.today Mataram – Kasus Pedofilia yang menjerat ST, Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, kini masuk agenda sidang, Kamis (15/9) di Pengadilan Negri Mataram. Hanya saja, sidang ditunda, karena tidak ada translater.

Sidang yang awalnya  ditetapkan sekitar pukul 10.00 wita mundur hingga pukul 12.15 wita.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Didik Jatmiko SH, MH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Husuliraudah, SH. Sidang ini hanya berlangsung sekitar 5 menit.

“Sidang hari ini, jadwalnya tuntutan terhadap terdakwa. Namun karena terdakwa tidak bisa bahasa Indonesia, jadi kita harus siapkan translater dulu,” sebut Husuliraudah.

Sedianya, JPU akan menbacakan tuntutan kepada terdakwa ST. Kendalanya, kuasa hukum terdakwa belum juga hadir hingga sidang dimulai. Saat akan dimulai pun, sidang belum bisa dilanjutkan karena tidak ada translater. Sebab penerjemah belum disiapkan pihak pengadilan. Maka sidang pun ditunda.

Disebutkan, pihak JPU menjerat  terdakwa atas pelanggaran pasal 76 E junto Pasal 82 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2004  tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun Penjara. Sidang dijadwalkan akan kembali digelar hari Kamis (22/9) pekan depan. (mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat