Boleh Kok Pakai Dana Desa Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

salah satu sekolah di ntb yang masih dalam kondisi memprihatinkan
salah satu sekolah di ntb yang masih dalam kondisi memprihatinkan

kicknews.today Mataram – Wakil Ketua DPRD NTB, TGH Mahally Fikri menyampaikan, masih banyak lembaga pendidikan di NTB, yang kualitasnya masih rendah. Khususnya tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidayah (SD/MI).

Badan Akreditasi Provinsi (BAP) SD/MI 2016 melaporkan, dari 3.500 SD hanya 11 persen yang mendapat akreditasi A. Sedangkan untuk MI, dari 727 Madrasah Ibtidaiah yang ada, baru 6 persen yang terakreditasi A. Bahkan, di salah satu Kabupaten ada yang tidak mendapat akreditasi sama sekali alias nol persen.

“Ternyata kualitas pendidikan kita masih memprihatinkan, makanya IPM kita rendah,” ungkapnya, Rabu (14/9).

Menurutnya, kondisi SD/MI dengan kualitas rendah diantaranya berada di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Sementara kondisi SD/MI di Kota Mataram dan Kota Bima relatif lebih baik. Rata-rata kualitas SD/MI yang rendah berada di daerah terpencil. Sebab, lokasi wilayah Kabupaten yang relatif luas. Maka untuk peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di daerah terpencil, dana desa bisa digunakan untuk keperluan itu.

Mahally menambahkan dana desa bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya di daerah terpencil. Diantaranya untuk beasiswa atau pun penyiapan infrastuktur dan kebutuhan buku.

“Ada sebagian yang dimanfaatkan (untuk kualitas sumberdaya, red.) sesuai aturan dan tidak salah membangun atau meningkatkan sarana pendidikan,” papar Mahally.

Menurutnya saat ini pemanfaatan dana desa belum memadai penggunanya untuk meningkatkan sumberdaya pendidikan. Lebih banyak kearah pembangunan infrastruktur. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat