in ,

Balita Alami Pelecehan Seksual di Loteng, Polisi Dalami Peran Tiga Pelaku

Kasubdit IV AKBP I Putu Bagiartana
Kasubdit IV Reskrimum Polda NTB, AKBP I Putu Bagiartana

kicknews.today Mataram, – Anggota Subdit IV Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, sedang mendalami peran tiga pemuda yang diduga sebagai pelaku pelecahan seksual terhadap balita.

Direktur Ditreskrimum Polda NTB melalui Kasubdit IV AKBP I Putu Bagiartana di Mataram, Selasa, mengatakan, penyidik sampai saat ini masih berupaya mengumpulkan alat bukti untuk menangkap tiga pemuda yang identitasnya enggan disebutkan itu.

“Sampai saat ini alat buktinya masih ‘minim’ (sedikit), jadi belum bisa kita ambil tindakan,” kata Bagiartana.

Terungkapnya identitas tiga pemuda yang masih dirahasiakan Bagiartana ini berawal dari pengakuan korban yang masih balita, berinisial NR (4), asal Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Tentunya pengakuan korban diperoleh berkat dorongan dari orang tuanya yang pertama kali melaporkan ke Polres Lombok Tengah pada pertengah Juli lalu. Perbuatan itu dilaporkan, setelah orang tua NR melihat dengan jelas adegan yang sengaja direkam menggunakan telefon genggam milik pelaku.

Tiga pelaku yang merupakan anak di bawah umur tersebut, diketahui masih tinggal dalam satu lingkungan, dekat dengan korban yang berasal dari Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Ketiga bocah laki-laki yang dimaksud antara lain berinisial NB (7), JS (12), dan JA (14). Dalam aksinya, setiap bocah mengatur perannya masing-masing, ada yang merekam menggunakan telepon genggam, ada yang menyuruh melakukan, dan paling kecil NB (7), pelaku sekaligus korban yang disuruh oleh kedua temannya untuk melakukan adegan tidak senonoh dengan NR.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bagiartana menjelaskan bahwa untuk laporan pelecehan seksual yang dilaporkan orang tua NR, Polda NTB tetap menyerahkan penanganannya kepada Polres Lombok Tengah. Melainkan pihaknya hanya menangani pengembangan keterangan korban.

“Untuk pelecahan seksual anak dengan anak ini Polres Lombok Tengah, dan kami hanya menangani soal keterangan korban yang mengaku sebelumnya sudah pernah digauli oleh tiga pemuda,” ujarnya.

Terlepas dari penanganan kasusnya, Bagiartana tetap memprioritaskan untuk pemulihan psikologis korban, termasuk juga tiga pelaku yang diketahui masih anak dibawah umur tersebut.

“Yang diutamakan saat ini adalah mengembalikan psikologis anak-anak ini, karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan mentalnya,” kata Bagiartana. (ant)