BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Allahuakbar-Allahuakbar, Begini Cara Polda NTB Muliakan Tahanan di Hari Raya

Ruang tahanan Polda NTB
Ruang tahanan Polda NTB

kicknews.today Mataram – Di penjara dalam kasus apapun, manusia tetaplah manusia. Dalam urusan ahlak, moral, religiusitas, kedudukan mereka tetap sama antara hak dan kewajiban. Begitupun para tahanan di rumah tahanan (Rutan) Polda NTB. Kejahatannya tetap diproses, tapi kedudukannya sebagai manusia tetap diberikan ruang.


Suara gaduh terdengar dari luar bangunan paling ujung timur pada gedung leter U Polda NTB, Senin (12/9) pagi tadi dimana didalamnya juga ada seorang publik figur yang terganjal kasus narkoba, Gatot Brajamusti bersama istri Dewi Aminah yang diperlakukan sama dengan yang lain.

Suara itu berasal dari berbagai prabot rumah tangga yang dibunyikan dengan berbagai cara. Gema takbir mengiringi. Rupanya itu berasal dari gubahan perabot rumah tangga tadi, berusaha menirukan bedug takbir khas hari raya. “allahuakbar allahuakbar allahuakbar walillahilham”, demikian gema takbir yang kumandangkan para penghuni sejumlah blok tahanan di Rutan Polda NTB.

Mereka, khususnya yang muslim, memang diberikan kebebasan untuk melaksanakan rangkaian peribadatan. Dalam sholat lima waktu lainnya, mereka juga diberi kebebasan, sebab itu dipahami sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan meski di dalam tahanan sekalipun.

“Kita juga setiap hari ada jadwalnya. Siraman rohani, juga bimbingan penyuluhan hukum,” kata Direktur Tahanan Titipan (Dir Tahti) Polda NTB, AKBP Deky Subagio pagi tadi. Ada 43 tahanan yang mendekam di blok sel setempat. Terdiri dari 34 laki laki dan 9 perempuan.

Siraman rohani diberikan agar mereka yang dijebloskan karena kejahatan konvensional atau kejahatan ekstra ordinary lainnya, dapat berubah. Dari yang tidak baik, menjadi jauh lebih baik. Sedangkan penyuluhan hukum diberikan rutin, agar mereka segera sadar, penyebab mereka dijebloskan karena berbagai jenis pelanggaran hukum berat yang dilakukan.

“Kalau mereka sudah paham hukum, harapan kami setelah keluar dari sini (tahanan) bisa sadar,” jelas Deky Subagio.

Hari Raya Idul Adha yang jatuh hari ini, bisa jadi memang spesial bagi para 43 tahanan di Polda NTB. Mereka tidak saja lega dalam beribadah, tapi logistik rupanya jadi perhatian langsung Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Umar Septono, SH, MH.

Deky Subagio mengaku mendapat perintah langsung dari Kapolda agar mengganti nasi kotak yang diberikan kepada tahanan, khusus hari ini. “Karena hari ini hari spesial, Pak Kapolda minta nasi pagu anggaran pengadaan nasi dinaikkan,” sebutnya.

Setiap hari, nasi kotak memang dijatahkan di sana. Per orang, satu nasi kotak dijatahkan seharga Rp 15.000. Tapi karena dianggap hari spesial, menunya ditambah menjadi Rp 20.000. Tentusaja menunya hidangannya agak lebih.

Kapolda NTB juga sebelumnya menegaskan soal kebebasan beribadah kepada semua tahanan di rutan setempat. Bahkan ketika ada yang meminta untuk solat Ied di luar tahanan, pun diberikan.

“Jadi tidak ada larangan, itu hak individu. Kita akan kawal kalau memang ada permintaan,” tegas Kapolda.

Tidak sekedar diberikan hak atas kewajiban yang ingin mereka laksanakan. Service berupa siraman rohani dan penyuluhan hukum juga menjadi tradisi di dalam tahanan itu. “Siraman rohani pun diberikan kepada mereka. Kita arahkan ke jalan yang lurus. Agar mereka tidak berbuat seperti itu (kejahatan) lagi,” tegas Kapolda. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perampok Semakin Berani, Wakapolda NTB: Kita kejar dan ‘sikat’ pelakunya

  kicknews.today – Menanggapi kejadian perampokan di Lingkungan Karang Bedil, Kota Mataram baru-baru ini, Wakapolda ...