BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kandidat Doktor UGM Ini Temukan Bukti Penjajahan Bali di Lombok Cuma Akal-Akalan Belanda

Drs. Muhammad Fadjri, MA. Kandidat Doktor UGM
Drs. Muhammad Fadjri, MA. Kandidat Doktor UGM

kicknews.today Mataram – Sebuah kontroversi sejarah muncul dari penelitian Kandidat Doktor UGM, Drs. Muhammad Fadjri, MA, setelah meneliti sejarah masyarakat sasak yang memang sejak lama tak kunjung pasti karena sangat banyak perbedaan versi yang didapat.

Dalam ujian terbuka promosi doktor di gedung Margono FIB UGM, Rabu (1/4/2015), mengulas disertasinya yang berjudul “Mentalitas dan Ideology dalam Tradisi Historiografi Sasak Lombok pada Abad XIX-XX”, Fadjri mengatakan masyarakat sasak memperlihatkan mereka selalu bersatu sebagai etnik Sasak dan Islam, namun mereka memiliki cara masing-masing dalam menyikapi persoalan hidup mereka.

“Ini semua diperlihatkan sejak orang Sasak menerima pendatang di Lombok pada abad XVII ketika berbenturam dengan Belanda dan Bali Karangasem,” katanya, dilansir dari portal resmi UGM yang diterbitkan Humasnya pada tahun 2015 yang lalu.

Hasil dari penelitian Fadjri, pengislaman pada orang Sasak terjadi karena ada pelarian orang Majapahit dan Sulawesi ke Lombok. Berbeda dengan pemahaman selama ini yang menyebutkan pendatang dari Bali, Sulawesi, Jawa dan Bima mengislamkan masyarakat Sasak.  “Mereka telah islam sebelum pendatang itu datang. Dibuktikan dengan keberadaan syahadat Sasak, dialek sasak, kitab Sulut Sasak dan 9 masjid kuno Sasak pada abad XIII-XIV,” ungkapnya.

Pemahaman lain yang perlu diluruskan, kata Fadjri adalah bahwa Sasak pernah dijajah oleh Bali-Karangasem. Menurutnya, konstruksi pemahaman itu dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda yang diamini tanpa kritis oleh banyak peneliti. Sedangkan dari hasil studi yang ia lakukan menemukan bahwa penjajahan oleh Bali-Karangasem itu tidak pernah terjadi. Dia beralasan, pemahaman yang diciptakan Belanda itu untuk menyembunyikan kebohongan mereka tentang penyebab dan pihak yang terlibat perang Lombok pada abad XIX. “Itu dibuktikan oleh fakta bahwa perang puputan Bali tidak ada di Lombok,” pungkasnya.

Untuk diketahui, masyarakat suku sasak adalah penduduk asli pulau Lombok. Mereka telah tinggal di pulau nan elok ini sejak lama dengan hidup berdampingan dengan para pendatang yang berasal dari Jawa, Bali, dan Sulawei. Meski begitu, masyarakat Sasak diketahui mampu bertahan dengan kemandirian kultural yang mereka anut. Dari hasil studi, orang sasak telah mandiri secara religius, sosial, dan kultural. Untuk menjaga keberadaan mentalitas dan ideologi Sasak, mereka membentuk perwangse-dengan jamaq (masyarakat asli) dan sedangkan para pendatang mereka namakan kalangan bangsawan-kawule.

Namun dalam beberapa komentar yang didapat dari para netizen, desertasi yang disampakan oleh kandidat doktor ini mendapati perbedaan pendapat, seperti yang dikomentari oleh Abang Bloger mengatakan “Sejarah bumi hangus Selaparang jangan dilupakan”.

Dalam komentar yang berbeda, sang kandidat doktor juga mendapat dukungan seperti disampaikan oleh Kake Kholis Sumardi Rosonggin menyampaikan “Good, Para guru besar penguji tentunya sudah meneliti bahan yg di kupas sehingga memberikan beliau gelar DR. . dan beliau yg mengkupas Sasak jg tentu tak asal bicara tanpa research .. Ini disertasi bukan skripsi atau bahkan novel, tentunya landasan beliau bicara sudah kuat secara akademis” (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Semifinalis Sociopreneur Muda Indonesia Curhat ke Mori Hanafi Soal Industri Kreatif

  kicknews.today – Sejumlah anak-anak muda kratif pada Sabtu, (7/10) mengunjungi Wakil Ketua DPRD Provinsi ...