Jadilah yang Pertama Tau

Belum Ada Tokoh Pemersatu Di NTB Untuk Gantikan Nama LIA

wakil-ketua-dprd-ntb-mori-hanafi
wakil-ketua-dprd-ntb-mori-hanafi

kicknews.today Mataram – Kontroversi pendapat tenang belum sesuainya nama Bandar Udara yang berada di Pulau Lombok, yang saat ini bernama LIA. Terus mengundang sejumlah pihak untuk mengemukakan pendapat masing-masing.

Sebelumnya, beberapa tokoh asal Lombok Selatan seperti H. Burhanuddin, menyatakan setuju jika nama LIA diganti dengan nama tokoh atau tempat selama tidak menimbulkan konflik.

Begitu halnya dengan Kepala Desa setempat, L. Nudiana. Ia sangat mendukung dilakukan pergantian nama Bandara itu oleh nama tokoh atau nama tempat, namun harus dilakukan secara terbuka dengan pelibatan masyarakat dalam pemilihan namanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi malah menilai tidak bagus nama bandara itu diganti, apalagi jika menggunakan nama ketokohan karena, Bandar Udara itu lebih menjurus ke Dunia Internasional.

“Bandar udara kita itu kan terhubung dengan dunia Internasional. Lagi pula nama Lombok juga sudah terkenal di dunia. Jadi namanya yang sekarang ini sudah pas” Kata Mori.

Disisi lain ia juga menilai bahwa NTB belum memiliki tokoh pemersatu yang dirasa bisa merepresentasikan NTB yang namanya bisa diabadikan untuk menggantikan nama LIA.

“Beda dengan bandara Seokarno-Hatta, itu merupakan penghargaan karena merupakan Proklamator. Siapa yang tidak mengenal dua nama itu di dunia,” ungkapnya, Jumat (9/9).

Nama itu tidak jauh beda dengan nama bandara yang ada di Bima, yakni Bandar Udara Salehuddin. Karena, Ia dinilai sebagai tokoh yang mampu mempersatukan masyarakat Bima secara keseluruhan, dan tidak seperti mewakiki kelompok-kelompok tertentu saja.

“Mana ada tokoh pemersatu yang tercatat bisa mewakili seluruh masyarakat Lombok secara keseluruhan, bukan yang terkesan milik golongan tertentu. lebih baik biarkan saja nama LIA, toh juga dikode booking tiket yang tertulis kan (LOP) Lombok Praya,” sentilnya.

Politisi Gerindra asal Sumbawa itu menambahkan, pergantian nama dari BIL ke LIA kalau mengacu pada alasan PT. Angkasa Pura (AP). Adalah karena nama LIA itu nilai jualnya bisa lebih mendunia (komersil).

“Nama BIL memang kental di masyarakat, namun Angkasa Pura merubah nama itu alasannya agar komersil.”pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat