BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

LIA Tak Melekat di Hati, Nama Ketokohan Justru Lebih Bagus

Beranda LIA yang Menampilkan Identitas Lokal Sebagai Wajah Depannya
Beranda LIA yang Menampilkan Identitas Lokal Sebagai Wajah Depannya

kicknews.today Mataram – Satu persatu masyarakat Lombok Tengah terutama yang tinggal di daerah Selatan menginginkan nama bandar udara yang berdiri wilayah Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut diganti nama. Mereka mengharapkan nama bandara itu lebih menonjolkan identitas lokal daerah.

Sebelumnya, salah seorang anggota DPRD NTB, asal daerah pemilihan (Dapil) 8 Lombok Tengah bagian selatan, H. Burhanuddin mengakui, nama Bandara Internasional Lombok (BIL) masih kental di ingatan masyarakat. Akan tetapi, Ia mendukung jika nama itu diubah dengan nama salah seorang tokoh atau lokasi yang bercirikan identitas lokal, ketimbang nama Lombok Internasional Airport (LIA).

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Tanak Awu, dimana bangunan bandar udara bertaraf internasional itu berdiri.
Kepada kicknews, L. Nudiana menyampaikan sangat mendukung dilakukan pergantian nama bandara itu oleh nama tokoh atau nama tempat, namun harus dilakukan secara terbuka. Maksudnya dengan memilih nama terbaik sesuai harapan masyarakat.

Yang menjadi alasan utamanya karena LIA agak sulit diingat masyarakat, justru masyarakat lebih mengenal nama Bandara Internasional Lombok atau BIL.

“Apapun itu yang penting nama tokoh NTB tidak masalah. Akan tetapi, mana yang bisa diterima masyarakat banyak,” ungkapnya Jumat (9/9).

Dia mengulas nama LIA, menurutnya tidak ada alasan managemen otoritas bandara mengganti nama dari BIL ke LIA. Jika alasannya untuk mempermudah promosi malah dianggap kurang efektif, karena menyulitkan masyarakat untuk mengingatnya.

“Sangat setuju menggunakan nama ketokohan tergantung minat masyarakat,” katanya.

Hanya saja, ia berharap agar pihak-pihak terkait, jika nantinya ada niatan untuk mengganti nama bandara tersebut. Setidaknya harus ada beberpa pilihan nama yang dipublikasikan. Sehingga ada ruang bagi masyarakat ikut berpendapat. Pendapat itulah yang dijadikan bahan pertimbangan, tidak dengan memaksakan kemauan personal atau segelintir kelompok saja.

Dia menilai bahwa NTB memiliki banyak nama tokoh agama dan tokoh adat yang sudah tersohor untuk diusulkan. Tidak harus tokoh Lombok Tengah, Lombok Timur dan daerah lainnya saja melainkan, dilakukan pengkajian secara mendalam demi mendapatkan nama ketokohan seperti yang digunakan beberapa bandara lainnya. Contohnya Soekarno-Hatta di Jakarta, Sultan Hasanudin di Makassar, Ngurah Rai di Bali, Pattimura di Ambon, dan lain-lain.

“Sebagai landasan, untuk otoritas bandara dalam hal ini Angkasa Pura, jangan lupa akan lingkungan masyarakat. Jangan memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan matang dan sesuai pendapat masyarakat,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Lagi, Tukang Bangunan di Lombok Tengah Tewas Tersengat Listrik

    kicknews.today – Warga Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut  Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kembali ...