Jadilah yang Pertama Tau

Waduh…. Pejabat di Lingkup Pemkab Lobar Kurang Harmonis, Alasanya Apa?

Suasana Rapim Jajaran Pemda Lobar
Suasana Rapim Jajaran Pemda Lobar

kicknews.today Lombok Barat – Koordinasi dan komunikasi antar jajaran Pejabat dilingkup Pemkab Lombok Barat diduga kurang harmonis. Penyebabnya diduga karena sejumlah persoalan yang terjadi, mulai dari isu mutasi hingga pembahasan APBD-P yang diduga tak melibatkan Pejabat yang berwenang. Akibatnya, terjadi friksi-friski didalam birokrasi Pemkab Lobar.

Menanggapi hal ini, Bupati H. Fauzan Khalid bakal mengevaluasi jajarannya. Bupati menegaskan tidak boleh terjadi disharmoni antar Pejabat tingkat Kepala SKPD. Karena tidak dilibatkan dalam pembahasan APBD. Ditegaskannya juga tidak boleh ada pejabat yang berwenang di TAPD yang justru dilangkahi dan tak dilibatkan.

“Itu jelas tidak boleh, tupoksi itu harus sesuai dengan tugasnya. Itulah jadi kritik saya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati menegaskan tidak boleh ada Pejabat yang mengerjakan yang bukan tugasnya, dan tidak boleh ada yang saling melangkahi.

“Kalau itu terjadi maka itu masuk menjadi bagian evaluasi kami,” jelasnya.

Ia mengingatkan kejajarannya agar masalah internal jangan cepat disebar ke publik. Seharusnya bisa diselesaikan secara internal dengan disampaikan ke Bupati atau Sekda.

Bupati juga memberi peringatan kepada para pejabat lingkup Pemda yang jarang menghadiri kegiatan SKPD lain yang dihadiri oleh Bupati dan Sekda.

Menurutnya, semua pejabat khususnya Kadis harus hadir pada kegiatan SKPD. Bukannya malah saling iri atau saling tidak mendukung antar kegiatan Dinas.

“Padahal ini kan keberhasilan bersama, itu harus ditanamkan oleh SKPD,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Lobar H. Taufiq mengaku tidak mengetahui isu terjadinya disharmoni antara Pejabat itu. Karena menurutnya barometer dari kondisi yang  dikatakan disharmoni pun tidak begitu jelas.

Namun diakuinya, ada indikasi gejala bahwa ada jajaran SKPD yang kurang loyal. Salah satu indikatornya, terkait penyelesaian LPPD dan LKPJ yang tak diselesaikan oleh SKPD.

Sekda menegaskan, Bupati harus punya kabinet yang loyal dan solid. Menurutnya, tidak mungkin melaksanakan pembangunan, Lakip, LPPD dan LKPJ dengan baik jika SKPD terpencah-pecah.

“Kayak apapun Sekda dan Asisten bekerja, jika jajaran Pejabat tidak solid omong kosong bisa berhasil. Sekarang tinggal dipilah, mau berhasil atau tidak. Mau loyal atau tidak,”tegasnya.

Sekda malah lebih mempertanyakan kemampuan pimpinan SKPD yang tidak menyelesaikan tugasnya.

“Kemungkinannya ada dua, apakah dia mampu tapi tidak mau, ataukah dia mau tapi tidak mampu.”tandasnya. (aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat