BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pasien Meninggal di RSUD Tanjung, Keluarga Ancam Akan Menuntut

Keluarga korban ditenangkan Kapolres KLU
Keluarga korban ditenangkan Kapolres KLU

kicknews.today Lombok Utara – Keluarga dari salah seorang pasien bernama Anggi (17) yang berasal dari Desa Bentek Kecamatan Gangga KLU, menilai kurang baiknya pelayanan di RSUD Tanjung menjadi salah satu penyebab meninggalnya si pasien.

Keluarga yang tidak puas menumpahkan amarahnya di depan Rumah Sakit sampai mengeluarkan ancaman akan membawa permasalahan ini keranah hukum.

“Kemarin malam keponakan saya kecelakaan. Dia dirawat disini, karena saya lihat tidak ada perkembangan kami meminta agar dia dirujuk. Namun, Dokter tidak memberi izin dengan alasan lukanya tidak terlalu parah,” ungkap Paman korban, Asdiyanto Kamis (8/9).

Sekitar pukul 10.00 wita (8/9) korban mengalami kejang-kejang, dan pada saat itu pun Dokter belum memberi izin rujukan hingga korban dinyatakan meninggal dunia.

“Memang pelayanan RSUD ini tidak baik, dulu keluarga saya salah diberi obat disini sampai dia meninggal. Sekarang saya tidak mau tahu, dokter itu harus bertanggung jawab,” kesalnya.

Terdapat luka dibagian kepala dan patah jari kaki yang dialami korban. Namun waktu itu Dokter yang menangani tetap mengacu pada hasil rontgen (ronsen). Keluarga akan membawa persoalan ini keranah hukum.

“Saya akan menuntut, ini SOP yang tidak dijalankan atau pelayanan memang seperti ini. Tidak hanya dua atau tiga kali tetapi ini sudah sering,” pungkasnya.

Pantauan kicknews.today, sekitar pukul 10.30 wita keluarga korban berkumpul di depan RSUD. Mereka berteriak sehingga mengundang perhatian warga, rasa kecewa dan sedih pun diluapkan keluarga. Pihak RSUD Tanjung dan Kapolres Persiapan KLU tampak mencoba menenangkan keluarga pasien. Jenazah korban saat ini telah dibawa ke rumah duka, dan hingga sekarang pihak RSUD belum memberikan komentar terkait persoalan ini.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis dan Keprawatan RSUD Tanjung, I Made Suasa mengatakan pasien tersebut, datang pukul 18.30 wita rabu (7/9), dokter IGD telah mendiagnosa korban cedera sedang di kepala dan patah jari kelingking.

“Kondisi pasien masih stabil pada pagi hari, makanya kita tidak rujuk karena ada jenjangnya juga. Tetapi sekitar jam 10 pagi mulai drop seketika dan dilakukan pemeriksaan medis, ada penurunan kesadaran tiba-tiba kondisi tidak memungkinkan. Kita telah berupaya semaksimal mungkin,” terangnya.

Sementara itu, mengantisipasi keributan yang terjadi, pihak kepolisian di KLU menerjunkan pasukan guna meredam situasi yang kian memanas. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Lombok Utara Jalin Kerjasama Dengan Kota Haikou, Tiongkok

  Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menjalin kerja sama ekonomi ...