BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Nih.. Biar Pada Tau Kenapa Reza Artamevia Harus Direhabilitasi

Kuasa Hukum Reza Artamevia saat jumpa pers di Kantor BNN NTB usai assessment, didampingi kuasa hukumnya, Ramadhan Alamsyah. Hadir Kepala BNN NTB, Kombes Pol. Drs. Sriyanto,M.Si dan Kabid Rehabilitasi
Reza Artamevia saat jumpa pers di Kantor BNN NTB didampingi kuasa hukumnya, Ramadhan Alamsyah. Hadir Kepala BNN NTB, Kombes Pol. Drs. Sriyanto,M.Si dan Kabid Rehabilitasi

kicknews.today Mataram – Artis Reza Artamevia telah diputuskan untuk menjalani proses rehabilitasi setelah ikut ditangkap petugas kepolisian dari Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Minggu (28/8/2016).

Adapun ibu dua anak remaja itu diamankan petugas terkait tertangkapnya Ketua Umum PARFI, Gatot Brajamusti, yang diduga sedang berpesta narkoba jenis sabu-sabu.

Mengenai gonjang-ganjing pertanyaan publik kenapa reza begitu cepat mendapatkan persetujuan untuk proses rehabilitasi, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti menjelaskan secara rinci mengenai persoalan tersebut.

“Ini cuma masalah prosedur yang perlu dipahami. Pada proses penangkapan saat itu, kecuali Gatot dan istri, tidak didapati barang bukti tetapi hasil tes urine positif,” kata Tribudi ditemui di ruangannya, Rabu (8/9).

Dikatakan, jika tertangkap petugas kemudian hasil tes urine positif tapi tidak ditemukan barang bukti atau saksi, maka dapat diserahkan langsung ke BNNP untuk menjalani rehab. Nanti baru dokter dari BNNP yang akan melaksanakan observasi terhadap penyalahguna narkoba tersebut.

Contoh kasus dijelaskan, misalnya ada orang yang secara sukarela melapor ke polisi atau BNNP atau orang yang kena razia tes urine di kafe dan hasilnya positif tapi tidak ditemukan bukti pendukung, maka orang tersebut bisa diajukan langsung untuk menjalani proses rehabilitasi.

“Jadi dalam kasus ini, Reza Artamevia masuk dalam kategori yang bisa langsung diajukan proses rehabilitasinya” jelasnya.

Berbeda ketika ada temuan barang bukti pendukung yang kira-kira jumlah penggunaannya tidak lebih satu hari dan dengan hasil tes urine positif, maka dalam kasus seperti itu dilakukan proses rehabilitasi dengan tim assesment melalui pengajuan permohonan rehabilitasi terlebih dahulu dari tersangka, keluarga atau kuasa hukumnya.

Mangenai tes urine Reza Artamevia, Tribudi mengatakan bahwa penyidik tetap mengacu pada hasil tes pertama yang dilakukan oleh pihaknya di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pulau Lombok.

“Dasar kita tetap mengacu pada hasil tes urine yang pertama dan itu hasilnya positif selain dikuatkan juga dengan hasil dari Labfor Bali yang menyatakan darah dan urine Reza Artamevia mengandung zat metamfetamin,” tukasnya.

Persoalan BNNP melakukan tes kemudian hasilnya negatif, dia menambahkan, itu wajar-wajar saja terjadi karena rentang waktu yang cukup jauh dari hasil tes pertama.

“Ada jeda waktu yang harus diperhatikan, sekarang hasilnya positif, beberapa hari lagi belum tentu, karena tubuh sudah bermetabolisme mengeluarkan racun, namun kita tetap mengacu pada yang pertama karena saat itulah fase terdekat dari waktu penggunaan jelas lebih akurat” tegasnya. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Sejarah Pertama, Kapolda NTB Lantik Kapolres di Mapolres

  Mataram – Jumat (22/9) hari ini dua Kapolres dilantik sekaligus. Untuk pertama kali dalam sejarah, ...