BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pembangunan Pasar Kebon Roek Baru Terancam Tertunda

Pasar kebon roek Ampenan
Pasar kebon roek Ampenan

kicknews.today Mataram,- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan anggaran pembuatan “detail engineering design” pasar tradisional Kebon Roek sebesar Rp250 juta terancam dirasionalisasi.

“Sampai saat ini, kami belum mendapat informasi dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), terhadap hasil pembahasan rasionalisasi anggaran sebagai dampak penundaan penyaluran dana alokasi umum,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/9).

Mahmuddin mengatakan, “detail engineering design” (DED) tersebut sebagai bahan untuk melengkapi proposal pembangunan Pasar Kebon Roek yang telah diajukan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) ke Kementerian Perdagangan.

Karenanya, jika DED belum rampung maka dikhawatirkan usulan pembangunan fisik Pasar Kebon Roek tidak bisa dialokasikan tahun 2017.

“Sementara, pemerintah kota sudah merencanakan pembangunan fisik Pasar Kebon Roek di kawasan Kebon Talo dilaksanakan tahun 2017,” ujarnya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap kepada TAPD Kota Mataram agar tidak merasionalisasi usulan anggaran pembuatan DED tersebut.

Jika tidak, lanjutnya, TPAD setidaknya bisa mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk pembuatan pra-DED yang juga bisa menjadi pelengkap proposal yang diajukan.

“Kita hanya tidak ingin rencana relokasi Pasar Kebon Roek tertunda, karena itulah kita sangat berharap anggaran DED tidak dirasionalisasi,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Mataram Uun Pujianto sebelumnya mengatakan, proposal yang diajukan ke Kementerian Perdagangan dengan nilai sekitar Rp35 miliar itu sudah dievaluasi.

“Kalau DED-nya tuntas tahun ini, anggaran dari pemerintah bisa terealisasi dan pembangunan fisik Pasar Kebon Roek bisa dilaksanakan 2017,” katanya.

Pasar Kebon Roek ini direncanakan akan dibangun dengan konsep pasar tradisional modern, namun dalam bentuk fisik lantai satu, sebab pasar tradisional bertingkat dinilai kurang efektif.

Terbukti, meskipun Pasar Kebon Roek saat ini berlantai tiga, namun tidak ada satupun pedagang yang memanfaatkan los yang telah disediakan di lantai dua dan tiga.

“Pedagang lebih memilih berjualan di lahan parkir, akibatnya terjadi kesemerawutan, serta kemacetan lalu lintas. Padahal jalan itu merupakan akses utama menuju objek wisata internasional Senggigi,” katanya.

Karena itulah, rencana relokasi Pasar Kebon Roek dilakukan karena kondisi pasar saat ini sudah tidak representatif lagi.

Dengan jumlah pedagang tetap mencapai 700 lebih, kondisinya saat ini terkesan kumuh, karena hampir semua pedagang memanfaatkan lahan parkir dan jalan untuk berjualan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Warga Mataram Senang Bisa Jalan-jalan Bersama Presiden Jokowi di Mall

  kicknews.today – Presiden Joko Widodo dengan mengenakan sarung “blusukan” ke Lombok Epicentrum Mall di ...