BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tak Kunjung Muncul, SK Pemberhentian dr. Mawardi Diproses

Selebaran laporan hilangnya Direktur RSUP NTB dr. Mawardi Hamri
Selebaran laporan hilangnya Direktur RSUP NTB dr. Mawardi Hamri

kicknews.today Mataram – Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang memproses Surat Keputusan (SK) pemberhentian Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, dr. H. Mawardi Hamry yang menghilang sejak 23 Maret 2016 lalu.

Proses dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 32 tahun 1979 tentang pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada pasal 12 PP tersebut menegaskan pemberhentian Pagawai Negeri Sipil (PNS) karena dianggap meninggalkan tugas.

Sementara pada ayat 3 menyebutkan PNS bersangkutan telah meninggalkan tugasnya dalam kurun waktu 6 bulan secara terus menerus secara tidak sah atau tanpa keterangan maka PNS bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat sebagai abdi Negara.

“Bulan September ini dr Mawardi ditetapkan meninggalkan tugas selama 6 bulan. Sehingga, SK diproses,” ungkap Kepala BKD dan Diklat Provinsi NTB, Ir H Abdul Hakim, Rabu (7/8).

Diakuinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan gaji, tunjangan dan pemberhentian sebagai Direktur RSUP sudah dilakukan. Usulan SK pemberhentian sebagai abdi negara akan diajukan ke Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi. Durasi proses akan bergantung pada Gubernur.

“Kalau harapan kami sih, lebih cepat lebih baik sesuai dengan PP,” cetusnya.

Kabar hilangnya dr. Mawardi pertama kali dilaporkan ke Polisi setelah Ia pergi hari Rabu (23/3). Akibat adanya laporan itu, sejumlah orang terdekatnya, terutama yang berada di rumah dimintai keterangan oleh Polisi saat itu.

Sementara itu, adik kandung dr. Mawardi, Zulkifli Hamri sempat mengeluarkan ungkapan bahwa kakaknya meninggalkan rumah dinas dengan dijemput oleh seorang laki-laki sekitar pukul 17.35 Wita Rabu (23/3), dan saat pergi hanya ada pembantu rumah dan satpam yang berjaga.

Mengetahui kabar hilangnya dr. Mawardi pada Kamis (24/3) setelah mendapat informasi dari keluarga Zulkifli langsung menuju ke Mataram dari Lombok Timur. Keluarga pun terus mencari kabar keberadaannya, namun hingga saat ini belum juga membuahkan hasil.

Kendati demikian, keberadaan Direktur RSUP NTB yang berusia 55 tahun asal Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur itu masih misterius hingga saat ini. Anak kelima dari 13 bersaudara itu, keberadaan dan nasibnya masih menjadi teka-teki. Hanya informasi yang konon sempat ia titipkan bahwa ia akan keluar untuk rapat.

Hebatnya lagi, keluarga sempat mengumumkan bahwa disediakan hadiah ratusan juta bagi yang bisa menemukannya. Namun tetap tidak membuahkan hasil. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Ada Transaksi Baru di Rekening dr. Mawardi? Polda NTB Bongkar Berkas

  kicknews.today Mataram, – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, kembali membongkar berkas perkara pencarian mantan ...