BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Di-Warning KLU, Pemkab Lobar Tetap Bangun Aset di Trawangan

Kepala Kantor Aset Lombok Barat, Mahnan
Kepala Kantor Aset Lombok Barat, Mahnan

kicknews.today Lombok Barat – Pemkab Lombok Barat tetap mempertahankan dua asetnya di Kabupaten Lombok Utara (KLU), meski sebelumnya sempat di warning soal rencana pembangunan. Aset berupa tanah di Gili Trawangan seluas 24 are dan 60 hektare di amor-amor, rencananya akan dimanfaatkan untuk kepentingan daerah.

Kepala Kantor Aset Daerah Mahnan mengatakan, wacana pemanfaatan aset di Gili Trawangan dan Amor-amor telah dibicarakan dengan Bupati Lobar Fauzan Khalid. Terkait realisasinya, menunggu keputusan dari masing-masing kepala daerah dari Lobar dan KLU.

Mahnan menjelaskan, aset di Gili Trawangan rencananya akan dimanfaatkan sebagai tempat promosi daerah. Kedepannya pemkab akan membangun guest house serta tempat promosi pariwisata Lobar.

Pertimbangan pembangunan guest house adalah pamor Gili Trawangan yang mendunia. Selain itu, dengan dibangunnya guest house tetap mempererat hubungan silaturahmi antara KLU dengan Lobar.

Nanti di guest house itu akan kita tampilkan keindahan destinasi wisata Lobar. Selain itu, tidak kita pungkiri bahwa KLU pernah menjadi bagian dari Lobar.

Bagaimana dengan aset di Amor-amor? Terkait aset tersebut, Mahnan berharap peran dari Pemprov NTB. Sebabnya, aset yang berada di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan tersebut dikuasai setengahnya oleh pemprov.

“Provinsi menguasai sekitar setengah dari luas 60 hektare,” ucapnya.

Meski tidak mendetail, Mahnan berharap aset di Amor-amor bisa ditukar dengan aset milik Pemprov NTB yang berada di Senggigi, yakni pasar Senggigi. Tujuannya agar Pemkab Lobar bisa lebih mudah mengembangkan pariwisata Senggigi.

“Lobar hanya menunggu keputusan pemprov, tapi kami berharap ada solusi terbaik untuk Lobar,” harap dia.

Mahnan menjelaskan, keputusan mempertahankan aset di KLU tidak menyalahi regulasi. Suatu daerah boleh memiliki aset di daerah lain.

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Lobar Nurhidayah mengatakan, sudah seharusnya jika Pemkab Lobar mempertahankan aset di Gili Trawangan dan Amor-amor. Meski KLU memisahkan diri dari Lobar, tidak serta merta seluruh aset Lobar menjadi milik KLU.

“Kalau kantor pemerintahan ya silahkan saja, tapi kalau aset yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan daerah, nanti dulu,” kata dia.

Mengenai rencana eksekutif membangun guest house di Gili Trawangan, dinilai kader Gerindra ini sebagai langkah tepat. Adanya guest house bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Tapi nanti harus dikelola secara professional,” tegasnya.

Hanya saja, seluruh rencana terkait aset di KLU, harus dikaji dengan baik. Sehingga nanti tidak merugikan Lobar selaku pemilik aset.

“Kalau hasilnya bermanfaat banyak untuk Lobar, dewan pasti mendukung penuh,” tandas Nurhidayah. (aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Aneh, Dana Desa Disimpan di Rekening Pribadi Kepala Desa

  Lombok Utara – Informasi  Dana Desa (DD) yang disimpan di rekening pribadi kepala desa, ...