BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Guru Rela Digaji Sekali Tiga Bulan, Modal Semangat, Inilah Potret Sekolah Reot Itu

Kabid Humas Polda NTB AKBP dra. Tri Budi Pangastuti saat menyerahkan bantuan kepada murid Satap 4 Suela Lombok Timur
Kabid Humas Polda NTB AKBP dra. Tri Budi Pangastuti saat menyerahkan bantuan kepada murid Satap 4 Suela Lombok Timur

kicknews.today Lombok Timur – Negara masih punya banyak pekerjaan untuk membenahi dunia pendidikan. Masih banyak sekolah yang jauh dari kata layak, khususnya di NTB. Salah satunya di Kecamatan Suela Lombok Timur. Sentuhan Polda NTB memberi tambahan energi bagi pengajar dan murid di sekolah Satu Atap (Satap) ini. Tentu saja, uluran bantuan dari tangan-tangan dermawan yang perduli perbaikan nasib pendidikan di pelosok juga ditunggu.

————————-

Sekolah yang hanya beratapkan terpal dan berdinding rajutan pohon kelapa itu terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Keadaan sekolah yang memperihatinkan ini menyentuh kepedulian Polda NTB.

Selasa (5/6) kemarin, Bidang Humas Polda NTB menyerahkan bantuan alat belajar mengajar yang di butuhkan oleh siswa yang bersekolah di SD-SMP Satu Atap 4 (Satap empat). SMP Satap 4 diketahui dibangun atas swadaya masyarakat yang perduli akan pendidikan. SMP Satap 4 tergabung di lahan SD 6 Prigi.

“SMP Satap 4 ini kita bangun atas swadaya masyarakat yang perduli akan pendidikan,” ungkap Kepala Sekolah SMP Satap 4, Sobirin, S.Pd. SMP Satap 4 yang berdiri sejak tahun 2012 ini, telah dua kali mengikuti Ujian Nasional (UN) dan meluluskan seluruh siswa. Saat ini SMP Satap 4 memiliki dua ruang kelas yang di bangun dengan bahan seadanya dan diikuti oleh 39 murid serta tenaga pengajar yang berjumlah 10 orang dan kepala sekolah.

Proses belajar mengajar menggunakan shift. Setelah pergantian jam pelajaran, merupakan hal yang sangat tidak nyaman bagi para murid. Sebab harus segera berganti karena giliran murid SMP menggunakan ruangan yang sama. Ide awal munculnya SMP satap 4 adalah dari keperdulian guru yang mengajar di SD 6 Prigi. Mereka prihatin melihat kondisi murid yang setelah tamat SD banyak yang langsung menikah dan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Lokasi SMP yang sangat jauh membuat para murid SD 6 Prigi malas melanjutkan pendidikan. Itulah yang jadi alasan kemudian sekolah ini dibangun. Meskipun kondisi sekolah yang apa adanya, murid di SMP Satap 4 sangat antusias mengikuti pelajaran. Hal inilah yang membuat guru setempat semangat mengamalkan ilmunya meskipun hanya digaji hanya Rp 225.000 per tiga bulan.

“Kami hanya ingin melihat murid kami maju segaligus kami hanya mengamalkan ilmu kami, meskipun kondisinya seperti ini. Kami terkesan dengan semangat belajar murid kami disini, meskipun kami digaji seadanya,” kata Susnia Susilawati Guru SMP Satap 4.

Kepala Sekolah Satap 4 sangat berterimakasih dan merasa sangat terkesan dengan kunjungan Polda NTB itu. Dia berharap pemerintah setempat lebih memperhatikan Dunia Pendidikan.

“Kunjungan dari pihak Kepolisian, sempat membuat kami merasa kaget, karana tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kami berterima kasih kepada Pihak Polda NTB, yang telah mau mengunjungi kami disini dan melihat kondisi sekolah kami,” ucap Sobirin gembira. (mh)

Related Post

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Polisi Diminta Perbanyak Razia Siswa yang Bawa Motor ke Sekolah

  Mataram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat meminta polisi mengintensifkan razia siswa ...