BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Soal Visa Saksi Ahli Jessica Jadi Masalah di Sidang Mirna

Saksi Ahli Jessica
Saksi Ahli Jessica

kicknews.today Jakarta, – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin diduga akibat kopi bersianida mempermasalahkan visa yang dimiliki oleh Beng Beng Ong, saksi ahli berkebangsaan Australia yang didatangkan pengacara terdakwa Jessica Wongso.

“Seharusnya saksi ahli datang dengan visa tinggal terbatas, bukan visa kunjungan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” ujar JPU Ardito Muwardi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/9).

Sebelumnya, menjawab pertanyaan JPU, Beng Beng Ong mengaku datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan. Menurut JPU hal ini ilegal karena dosen senior Universitas Queensland itu datang dalam kapasitasnya sebagai ahli.

JPU menyandarkan argumentasinya pada Pasal 89 ayat (1) PP 31/2011 yang berbunyi, “Visa kunjungan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia untuk kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain”.

Seharusnya, menurut Ardito, ahli datang dengan menggunakan visa tinggal terbatas sesuai Pasal 102 ayat (2) PP 31/2011, karena Beng Beng Ong berstatus ahli dan menerima bayaran atas jasanya.

Jadi, JPU sepakat bahwa kedatangan ahli adalah ilegal dan seharusnya bisa ditindak pidana sesuai Pasal 122 UU 6/2011 tentang Keimigrasian yang menyatakan bahwa pelanggaran izin tinggal dapat dihukum maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp500 juta.

“Kalau kedatangannya ilegal maka keterangan saksi ahli juga tidak sah,” kata JPU lainnya, Sandhy Andika.

Hal ini pun mendapat penolakan keras pengacara terdakwa, Otto Hasibuan. Otto mengatakan, berdasarkan pengalamannya menghadiri persidangan di luar negeri, dirinya tidak pernah dimintai keterangan mengenai visa.

Apalagi, dia menambahkan, Beng Beng Ong datang atas kewajibannya sebagai akademisi untuk menegakkan keadilan dalam perkara tersebut.

“Seharusnya kita berterima kasih dia mau datang jauh-jauh dari Australia,” ujar pentolan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini.

Sementara itu, Beng Beng Ong yang mengakui bahwa dia memang datang menggunakan visa kunjungan, menuturkan bahwa dirinya juga menggunakan visa yang sama ketika menjadi anggota tim forensik peristiwa Bom Bali beberapa tahun lalu.

“Ketika itu, saya ke Bali juga dengan visa kunjungan,” kata Beng Beng Ong.

Mendengar sahut-sahutan antara JPU dan tim pengacara, Ketua Majelis Hakim Kisworo turun tangan dan menengahi perdebatan. Kisworo menuturkan, kalau keberatan, seharusnya JPU menyampaikannya sebelum saksi ahli didatangkan ke persidangan.

Namun, Majelis Hakim tetap mencatat semuanya dalam berita acara persidangan.

“Persidangan tetap dilanjutkan karena kesaksian ahli sudah telanjur didengarkan,” ujar Kisworo.

Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak es kopi vietnam yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Pakar Pastikan Mirna Tidak Mati Karena Sianida. Terus???

kicknews.today Jakarta, – Pakar patologi forensik dari Australia Beng Beng Ong yang menjadi saksi ahli ...