BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Siapa Tokoh? “Penanda Kosong” Pada Nama Bandara Lombok

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today – Nama tidak hanya menjadi identitas atau penanda. Nama juga bukan hanya dibuat dan dikonstruksi. Tapi ia juga mengkonstruksi.Nama mengukuhkan sebuah identitas. Walau tak seluruhnya lahir dari niat membuat konsep.

Orang tak cuma menyebut ”Indonesia” dengan sebuah definisi. Nama bukan indeks yang abstrak. Robot dalam film Star Wars diberi label ”R2D2”, tapi akhirnya kita mengingatnya sebagai si ”Artuditu”. Label itu jadi nama, ketika yang menyandangnya hidup, bergerak, menampakkan emosi, berperilaku manusia. Nama menyarankan adanya personifikasi, seperti Bandara yang diberi nama Soekarno-Hatta. Ia menghadirkan sebuah imaji di kepala kita, menimbulkan semangat atau rasa kagum, nasionalisme dan patriotisme.

Nama Bandara diharapkan mampu mewakili jati diri dimana bandara itu berada. Ia tak hanya menandai sebuah tempat.

Nama Soekarno-Hatta di Jakarta, Sultan Hasanudin di Makassar, Ngurah Rai di Bali, Pattimura di Ambon, dan lain lain, telah menjadi ikon dan bukan sebuah ”penanda kosong”. Yang dengan sendirinya mampu secara tuntas dan penuh mengisikan sebuah makna ke dalamnya. Yang terjadi bukan hanya masing masing orang atau pihak memaknainya, dengan bersaing atau bersengketa.

Bagi para peneliti antropologi pada abad ke 19, dari Prancis, Inggris, Jerman, dan Belanda, pemberian nama ”Indonesia” untuk negeri yang kaya raya ini adalah sebagai sebuah konsep praktis buat negara pekerja. Tapi orang Belanda umumnya tak memahami ini. Salah seorang dari mereka di sidang Volksraad berpendapat, nama ”Indonesia” lebih cocok untuk merek cerutu.

Sebaliknya bagi para pemuda yang datang dari tanah jajahan ke Nederland. Di tanah asing itu tumbuh rasa kebersamaan tersendiri, baik di kalangan yang datang dari Aceh maupun Ambon, yang keturunan Cina atau Jawa. Dari kebersamaan itu, nama ”Indonesia” jadi sederet bunyi yang mempersatukan, dan dengan persatuan itu mereka menuntut kemerdekaan.

Kembali ke nama Bandara, bandara yang ada di pulau yang terkenal dengan sebutan negeri seribu masjid, Lombok, sepertinya sedang terkena sindrom “Penanda Kosong” tersebut.

Dari pemberian nama bandaranya yang sejak bandara itu diresmikan 1 Oktober setahun silam, tak ada nampak jatidiri yang mewakili sebuah kebanggaan, sebuah rasa dari daerah itu. Ikatan emosional itu tidak tampak pada namanya, dari Bandara Internasional Lombok (BIL) lalu kemudian berubah menjadi Lombok Internasional Airport (LIA), saya kira, tak berhasil mengisi makna ”Lombok” secara keseluruhan.

Padahal kalau mau, Pemprov ataupun pihak Angkasa Pura bisa menggunakan nama TGH Zainuddin Abdul Majid sang ulama besar yang menjadi “guru” tak hanya bagi masyarakat dipulau Lombok tapi juga NTB akan lebih bisa menjadi ikon semangat perjuangan masyarakat.

Bayangkan saja ketika nama Bandara Zainuddin Abdul Majid sang tokoh perjuangan juga pendidikan dijadikan nama bandara berskala internasional. Semua orang yang berkunjung ke daerah ini baik domestik maupun internasional akan mengenal lebih mendalam identitas orang NTB lebih baik dengan mengilustrasikan ketokohan sang guru besar di dalam pikiran mereka.

Sebab nama bandara bukan sekadar penanda, tapi juga tentang kultural. Tiap orang jadi Lombok atau NTB karena memasukkan budaya itu ke dalam dirinya. Sebab NTB bukanlah tanpa sejarah atau orang-orang hebat.

Sebelum pindah lokasi, dulu bandara di Lombok bernama bandara Selaparang. memang dirasa cukup mewakili namun tetap saja tak terasa aura ketokohan dan semangat dari daerah yang kita cintai ini.

Dengan itu, Lombok kiranya lebih pas menamakan bandaranya dengan nama salah satu orang terbaiknya, yang menutup ”penanda kosong” ini, dan mengingatkan siapa saja dengan namanya, dan menggerakkan ”kami” jadi ”kita”. Ia tak pernah sempit. Ia hidup dalam ruang dan waktu, tapi ia terasa tak berhingga.

Tetap ini merupakan sebuah pendapat karena kecintaan terhadap jati diri. Dimana identitas siapa saya,kami dan kita menjadi begitu penting. Kebanggaan terhadap NTB ini begitu besar hingga terbersit keinginan yang mendalam akan angan-angan yang ingin didengar. (hero)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Presiden Jokowi Tiba di Bandara Lombok

  kicknews.today – Presiden Jokowi telah tiba di Bandara Internasional Lombok dengan menggunakan pesawat kepresidenan, ...