BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

NTB Mulai Dilanda Kekeringan

Ilustrasi Kekeringan (net)
Ilustrasi Kekeringan (net)

kicknews.today Mataram – Beberapa bulan terakhir, cuaca di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak menentu, menyebakan kemarau cukup panjang dan ancaman kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan, sedikitnya tiga kabupaten di daerah ini dilanda kekeringan cukup parah musim kemarau tahun ini.

“Data sementara, ada tiga wilayah dinyatakan kering yakni, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Sumbawa,” ungkap Kepala BPBD NTB Muhammad Rum Rabu (31/8).

Dijelaskan, sampai saat ini belum bisa merinci berapa kecamatan maupun desa yang terkena dampak kekeringan tersebut, karena masih proses pendataan masing-masing BPBD Kabupaten/kota. Namun demikian, menyusul kekeringan parah itu, pihaknya bersama pemerintah kabupaten melalui BPBD setempat, sudah melakukan upaya penanganan.

Salah satu cara mendistribusikan sejumlah air bersih dengan menggunakan sejumlah mobil tangki, terutama di wilayah yang masyarakatnya mengalami kesulitan air bersih.

“Baru Lotim saja kita salurkan 1.500 liter air bersih. Tapi distribusi itu tidak setiap hari dilakukan, tergantung permintaan,” terangnya.

Menurut Muhammad Rum, selain mendistribusikan air bersih, pihaknya sudah rekomendasikan usulan anggaran siap pakai sebesar Rp 20 miliar kepada pemerintah pusat untuk membiayai penanganan bencana kekeringan di wilayah NTB, khusus Loteng dan Lotim. Sedangkan kabupaten/kota lainnya belum mengusulkan anggaran tersebut. Sehingga, sangat diharapkan supaya segera usulkan anggaran.

“Mudahan pemerintah dialokasikan dari APBN karena dari dana APBD jumlahnya tidak terlalu mencukupi,” terangnya.

Mantan Kepala Biro SDA dan Kerjasama Setda NTB ini, menambahkan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan BMKG, kondisi seperti ini akan melanda wilayah NTB dalam 3 bulan kedepan. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, sudah meminta agar bupati/wali kota melalui BPBD untuk turun ke lapangan melakukan pemantauan.

“Kalau ada temuan kekeringan, segera dilaporkan, agar cepat mendapat penanganan,” ucapnya.

Kasi Tanggap Darurat BPBD NTB Agung Pramudiya menambahkan kekeringan yang melanda wilayah NTB kemungkinan tidak akan separah kekeringan tahun lalu. Pasalnya, kekeringan yang terjadi pada tahun 2015 merupakan siklus tahunan 5 tahun sekali. Sehingga kekeringan yang terjadi di tahun ini diperkirakan tidak akan separah tahun 2015.

“Tahun ini kami rasa kecil dibandingkan tahun sebelumnya karena memang merupakan siklus tahunan, sama seperti kekeringan para yang terjadi di tahun 2010,” paparnya.

Untuk diketahui, tahun lalu, BPBD NTB mencatat 200 desa mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Ke-200 desa itu tersebar di sembilan kabupaten/kota di wilayah NTB. Akibat kekeringan itu, 1 juta penduduk di sembilan kabupaten/kota di provinsi itu, dihadapkan pada kesulitan memperoleh air bersih guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perhatikan Agendanya dulu..! Jokowi ke IC Pakai Celana, ke Mall Pakai Sarung

  kicknews.today – Cara berpakaian presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo saat melaksanakan kunjungan ...