BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sebuah Resort di Gili Trawangan Diadukan “Sewenang-wenang”

Pekerja dan pihak manajemen hotel saat difasilitasi oleh Dinsosnakertrans
Pekerja dan pihak manajemen hotel saat difasilitasi oleh Dinsosnakertrans

kicknews.today Lombok Utara – Kalangan pekerja di Pesona Resort Gili Trawangan KLU mengeluhkan sikap manajemen perusahaan yang dianggap semele-mele (sewenang-wenang, red) memperlakukan puluhan karyawan. Oleh sebab itu, pekerja pun melaporkan persoalan ini dan langsung difasilitasi Dinsosnakertrans KLU, Jumat (26/8) lalu untuk penyelesaiannya.

“Teman kita Doni dan Aziz bahkan diminta buat surat resign. Padahal mereka tidak mau, apalagi selama ini perlakuan perusahaan kurang baik,” ungkap salah seorang pekerja, Bambang, Jumat (26/8).

Dijelaskan, beberapa tuntutan para pekerja ini, diantaranya gaji yang belum sesuai UMK, pengelolaan uang service yang tidak transparan, perjanjian kerja yang belum jelas, hari libur yang tidak diberikan, hingga gaji yang kerap terlambat diterima.

“Apalagi kita diminta untuk bekerja setiap hari dan tidak ada hari libur. Bahkan, saat hari raya idul fitri kita tetap masuk,” keluhnya. Sementara manajemen pihak Resort PR Gili Trawangan, Yeni mengatakan pihak hotel selama ini diklaimnya telah memperlakukan para pekerjanya sesuai aturan. Salah satunya dengan membayar Overtime pekerja.

“Kan kita selalu bayar, kita juga berikan kalian 12 hari cuti sesuai ketentuan nasional,” kilahnya. “Untuk gaji payroll itu kami serahkan ke Lilo (akuntan publik). Kalau manual, kami tidak pernah telat, karena gaji manual uangnya ada di tangan saya,” sambungnya.

Menyikapi perseteruan itu, Kabid HI dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinsosnakertrans KLU, Abdul Khaerul Mas mengatakan secara umum dari catatan itu, hanya 7 dari 62 pekerja yang belum digaji sesuai UMK. Sementara untuk service, perusahaan berjanji akan memaparkan detailnya selang dua minggu sekali.

“UMK kita 1,6 juta per bulan, tetapi mereka masih ada mendapat gaji dibawah itu. Perusahaan dalam hal ini akan menyanggupinya,” terangnya. Menyangkut keluhan perjanjian kontrak, perusahaan juga akan menyiapkan secara detail. Untuk Publik Holiday, nantinya akan dibuatkan kesepakatan bersama. Sementara untuk keterlambatan gaji, pekerja bisa meminjam dulu ke manajeman dan nanti perusahaan yang akan mengganti.

“Kita sudah berikan contoh perjanjian kerja berupa PKWT dan PKWTP. Kalau Overtime berapa yang akan diberi nanti disepakati, kaitan gaji yang terlambat pekerja bisa meminjam ke manajemen dulu,” katanya. “Kalau saya lihat ini hanya miss komunikasi dan regulasi saja, tentu kita akan selesaikan dan menemukan solusi terbaik untuk kedua belah pihak ini,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Jual Ekstasi Palsu, Pasangan Kumpul Kebo Ditangkap Polisi di Gili Trawangan

  Lombok Utara – Pasangan kumpul kebo, UJ (32) dan perempuannya inisial SW (25) diringkus ...