BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Siswa Lulus Tanpa Ijazah Mulai Picu Gejolak di Lombok Utara

Protes soal ijazah oleh wali murid di Kantor Dikbudpora KLU
Protes soal ijazah oleh wali murid di Kantor Dikbudpora KLU

kicknews.today Lombok Utara – Siswa lulus tanpa ijazah mulai picu gejolak. Belasan wali murid yang anaknya belum mendapatkan ijazah meski sudah lulus, menggedor kantor Dikbudpora Lombok Utara, Kamis (25/8). Mereka menuntut agar polemik ijazah segera diselesaikan.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak kami, saya lelah sekolahkan mereka pak,” teriak salah seorang wali murid, I Wayan Suta di ruangan kantor.

Dia menuding mutasi menjadi biang persoalan tersebut. kepala sekolah yang dipindah, tak mau tanda tangan ijazah yang sudah ditarik sebelumnya. Gara gara ini, dia menilai mutu kualitas pendidikan di Lombok Utara paling bobrok di NTB.

“Kemarin (ijazah) sudah diberikan, sekarang dicabut lagi, kalau saya lihat ini hanya permainan,” tuding Suta.

Sementara wali murid lain, Jumadil mempertanyakan perihal keabsahan ijazah yang sudah diterima beberapa siswa tersebut. Karena diketahui Pemda tidak menarik seluruh ijazah.

“Jangan sampai ada persoalan dikemudian hari, karena sebenarnya yang berhak tanda tangan itu kepala sekolah sebelumnya,” katanya.

Pihaknya mengancam, jika polemik ini tidak diseleseikan dengan segera maka ia beserta ribuan wali murid yang lain akan menggedor Pemda KLU untuk menyeleseikam ijazah ini.

“Secara hukum ini tidak sah karena tidak ada aturan yang mengatakan kepala sekolah lama harus tanda tangan,” ancamnya.

“Kita akan menggelar aksi lebih besar ke Pemda bahkan membawa ini ke persoalan hukum,” pungkasnya.

Menjawab tuntutan para wali murid, Sekertaris Dikbudpora KLU, Adnan menegaskan bahwa keabsahan ijazah itu sah secara aturan. Sebab, semuanya sudah dikonsultasikan dengan Pemprov NTB.

“Blanko hari Jumat besok kita akan jemput ke Kudus. Dan kita akan kumpulkan kepala sekolah lama untuk tanda tangan, soal keabsahan itu tidak usah dikhawatirkan,” jelasnya.

Adnan pun tak menampik persoalan ini muncul lantaran mutasi, kendati demikian pihaknya tengah mencari solusi agar siswa-siswi dan wali murid tidak menjadi korban.

“Nanti ijazah yang sudah ditarik kita akan musnahkan dan buatkan berita acara. Segala sesuatunya masih kita proses dan pasti ada jalan,” tandasnya.

Menegaskan pendapat Sekdis, Kabid Dikmen Dikbudpora KLU, Ainal Yakin mengatakan bahwa berdasarkan atauran kewenangan kepala sekolah yang lama yakni menuntaskan tugas yang belum selesai.

“Termasuk penandatanganan ijazah itu jadi tanggung jawab kepala sekolah lama. Jadi tidak ada alasan mereka tidak mau,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, kepala sekolah yang telah menandatangani ijazah pada bulan Mei lalu, telah dimutasi dengan SK tanggal 17 juni. Padahal, blangko sudah dikirim kepusat. Lantaran terdapat perbedaan tanda tangan SKHU yang notabene telah ditaken kepala sekolah baru, maka Pemda mencabut ijazah itu. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perahu Karam, Dua Nelayan di Lombok Utara Diselamatkan Tim SAR

  kicknews.today – Dua nelayan asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) karam di tengah laut sejak ...