BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Simak!, Penggunaan Jalan untuk “Nyongkolan” Bakal Dibahas Lagi

Anggota Baperda DPRD Provinsi NTB Guntur Halba
Anggota Baperda DPRD Provinsi NTB Guntur Halba

kicknews.today Mataram – Proses pegelaran “Nyongkolan” adat Sasak dalam bentuk iringan pengantin yang menggunakan jalan umum, trus jadi sorotan. Karena selain dianggap menghambat kenyamanan pengendara, tidak jarang terjadi keributan. Semakin kacau ketika menggunakan kelompok musik yang disebut Kecimol.

Sebab itu, wakil rakyat khususnya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) akan kembali mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penggunaan jalan untuk kegiatan kemasyarakatan, salah satunya Nyongkolan. Anggota Baperda DPRD Provinsi NTB, Guntur Halba menegaskan pihaknya akan kembali mengusulkan Raperda tersebut pada tahun 2016 ini, meski pernah dimentalkan.

“Bukan ditolak, masih proses pertimbangan namun, kita akan sempurnakan kok, ” ungkapnya, Selasa (23/8).

Raperda penggunaan jalan yang diusulkan beberapa waktu lalu sempat menimbulkan polemik dan gejolak di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai beberapa pasal dalam draft Raperda akan mempersulit masyarakat dalam melaksanakan kegiatan seperti Nyongkolan, Ngaben dan kegiatan adat lain-lain. Menurut Guntur, Baperda telah mendengar dan menyerap pasal-pasal krusial yang dipersoalkan. Hal-hal seperti itulah yang akan disempurnakan sehingga nantinya bisa mendapatkan sambutan hangat dari kalangan masyarakat.

“Ada beberapa catatan atau rekomendasi dari Pansus, itu semua dijadikan bagian bahan kajian supaya lebih sempurna,” katanya. Kedepan, penyempurnaan tersebut akan dibahas secara paralel dengan Raperda lainnya yang dikembalikan. Saking pentingnya, Raperda ini diprioritaskan. “Kita prioritaskan yang dianggap penting seperti penggunaan jalan,” cetusnya.

Terpisah, Ketua Pansus Raperda ‘Penggunaan Jalan’ Nurdin Ranggabarani mengakui bahwa memang dibutuhkan adanya regulasi di daerah. Tetapi jangan sampai regulasi tersebut menjadi masalah di tengah masyarakat.

“Kita kembalikan ke masyarakat, apakah merasa terganggu atau tidak. Terlebih kegiatan nyongkolan, jika merasa terganggu mestinya diatur,” tegasnya.

Nurdin mengaku sangat sering mendengarkan keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu. Beberapa kali pula ada masyarakat yang aktivitasnya tidak berjalan sesuai harapan karena adanya kegiatan yang menggunakan jalan seperti Nyongkolan.

“Kami bukan persulit apalagi bersifat kegiatan kemasyarakatan, tetapi kita juga tidak ingin masyarakat lain terganggu,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Budayawan Sasak Tegas Minta Polisi ‘STOP’ Nyongkolan Tak Tau Adat

  kicknews.today Lombok Barat -Polres Lombok Barat bekerjasama dengan Lembaga Konsultasi dan Mediasi Budaya Adat ...