in ,

NTB Diserbu Investor Saham Karena Makin Untung

Ilustrasi BEI
Ilustrasi BEI
Ilustrasi BEI

kicknews.today Mataram, – Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Denpasar mencatat jumlah investor saham di Nusa Tenggara Barat terus bertambah setiap tahun sebagai dampak dari sosialisasi manfaat dan keuntungan berinvestasi pasar modal.

Supervisor Representatif Office Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Denpasar I Gusti Agus Andiyasa, di Mataram, Senin (22/8), menyebutkan jumlah investor saham di NTB sudah mencapai 1.407 orang atau bertambah 373 orang selama Januari-Juli 2016, dibandingkan akhir 2015 sebanyak 1.034 investor.

“Dalam empat tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor saham di NTB terus tumbuh positif, pada awalnya tahun 2013 hanya 558 orang, dan sekarang sudah mencapai 1.407 investor,” katanya lagi.

Ribuan investor saham tersebut, kata dia, tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, yakni Kota Mataram sebanyak 800 orang, Kabupaten Lombok Barat 138 orang, Lombok Tengah 53 orang, Lombok Timur 85 orang, Lombok Utara 1 orang, Sumbawa 150 orang, Sumbawa Barat 34 orang, Dompu 33 orang, dan gabungan Kabupaten Bima dan Kota Bima 113 investor.

Menurut Agus, pertumbuhan jumlah investor saham di NTB setiap tahun menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat di provinsi tersebut tentang manfaat dan keuntungan berinvestasi di pasar modal sudah bagus.

Selain itu, faktor pertumbuhan ekonomi yang ditunjang dari sektor pertambangan, pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran juga ikut mempengaruhi minat masyarakat NTB berinvestasi di saham.

“Bisa jadi karena adanya pertumbuhan kalangan ekonomi menengah ke atas juga menjadi faktor peningkatan jumlah investor saham,” ujarnya lagi.

BEI, lanjut Agus, akan terus meningkatkan jumlah investor saham di NTB. Karena itu, upaya edukasi ke masyarakat terus digencarkan, baik melalui kampus, sekolah dan asosiasi para pengusaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Upaya memotivasi masyarakat berinvestasi di pasar modal juga dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK menerbitkan Peraturan Nomor 24 /POJK.04/2016 tentang Agen Perantara Pedagang Efek yang membuka kesempatan bagi pihak lain untuk menjadi agen perantara pedagang efek dengan melakukan kerja sama dengan PPE melakukan penawaran kepada masyarakat. (ant)